AFU.id

Keracunan hingga Curi Uang, Sudaryono Copot 137 Kepala Dapur MBG

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Badan Gizi Nasional (BGN) mencopot 137 kepala dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia akibat berbagai masalah, termasuk kasus keracunan dan penyalahgunaan dana. Pencopotan ini dilakukan setelah BGN melakukan penangguhan terhadap kepala dapur yang terlibat dan melaksanakan pemeriksaan untuk menentukan penyebab pelanggaran. BGN menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran keamanan pangan dan akan meningkatkan pengawasan serta transparansi dalam pelaksanaan program, termasuk rencana integrasi sistem pengawasan dengan kamera pemantau di dapur.

Keracunan hingga Curi Uang, Sudaryono Copot 137 Kepala Dapur MBG
Kepala BGN, Sudaryono (tengah) dalam konferensi pers yang membahas anggaran program MBG di Jakarta, Jumat (31/7/2026). (Foto: BGN)

BGN Tegaskan Tak Toleransi Penyimpangan

Pencopotan tersebut dilakukan BGN sebagai bagian dari pengetatan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG. Sudaryono menegaskan pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran yang berkaitan dengan keamanan makanan maupun penyalahgunaan dana. "Yang jelas kami zero toleran terhadap keracunan, zero toleran terhadap tindakan korupsi, hengki pengki, ngentit uang, dan lain-lain itu kita zero toleran," tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap pengelolaan dapur SPPG. Menurutnya, pelaksanaan program tidak cukup hanya mengandalkan kepercayaan kepada pihak yang menjalankan dapur "Trust is good, tapi control is better," kata Sudaryono. Selain memberikan sanksi, BGN menyiapkan pengawasan yang lebih terbuka terhadap pelaksanaan MBG. Informasi mengenai menu makanan, kandungan gizi, hingga dapur yang memproduksi makanan tersebut nantinya akan dapat diketahui publik.

Sudaryono mengatakan keterbukaan informasi tersebut ditujukan agar orang tua, guru, serta pemerintah daerah dapat mengetahui makanan yang diberikan kepada penerima manfaat. "Kami ingin setransparan mungkin dan menyediakan informasi kepada publik seluas-luasnya, termasuk orang tua, guru, Dinas Pendidikan, bahwa anaknya diberi menu apa oleh negara, kandungan gizinya seperti apa, menu dimasak di SPPG mana, kepala SPPG-nya siapa," ujarnya.

BGN juga berencana mengintegrasikan sistem pengawasan dengan kamera pemantau di dapur SPPG. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai proses pengolahan makanan sekaligus memperkuat pengawasan. "Insya Allah ke depan bisa nyambung dengan CCTV-nya untuk menimbulkan rasa nyaman pada guru dan orang tua," kata Sudaryono. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi