JAKARTA, AFU.ID — Olahan sayur pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan untuk santri di Pesantren Man'baul Hikam, Sidoarjo, diduga menjadi penyebab keracunan yang dialami 293 santri di pesantren tersebut. Seperti diketahui, menu yang disajikan pada Selasa (1/9/2026), terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali, dan buah apel.
Berdasarkan kesaksian para korban yang tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit, cita rasa olahan sayur dalam paket makanan tersebut sudah tidak layak konsumsi. Salah seorang santri yang dirawat, berinisial Rk mengaku, menyantap habis olahan sayur berupa buncis dan kacang panjang meski lidahnya sudah merasakan sensasi aneh. "Sayur tersebut terasa kecut atau masam saat dikunyah," ujarnya.
Kesaksian senada disampaikan oleh Sy (15), santri Madrasah Aliyah (MA) yang juga menjadi korban. Sy mengaku langsung menghentikan santapannya setelah mencicipi satu suapan karena merasa ada yang tidak beres dengan aroma dan rasa hidangan nasi putih, telur orak-arik, tahu bumbu bali, serta olahan sayur yang diterimanya.
Rangkaian peristiwa ini bermula ketika paket MBG dibagikan dan dikonsumsi para santri seusai ibadah salat Zuhur. Selang beberapa jam kemudian, tepatnya usai melaksanakan salat Asar, puluhan santri mulai mengeluhkan sakit kepala hebat dan mual.
Memasuki waktu Magrib, kondisi para santri bereskalasi cepat hingga bertumbangan. Situasi tersebut memaksa pihak pesantren merujuk ratusan anak didiknya secara bergelombang ke delapan rumah sakit di Sidoarjo menggunakan armada ambulans.
Menanggapi insiden memprihatinkan ini, Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan akan turun langsung menginspeksi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, yang mengelola dan memasok makanan tersebut. Pihaknya berencana memboyong seluruh jajaran dinas terkait, mulai dari Dinas Kesehatan hingga Dinas Perizinan, untuk mengusut tuntas penyebab pencemaran makanan serta memeriksa kelengkapan legalitas operasionalnya.
"Besok insyaallah akan kita cek ke sana dengan semuanya dinas pengampu, termasuk perizinan, Dinkes, dan lain-lain. Kita akan cek persoalan apa di sana. Kita lihat, kalau izinnya tidak ada, saya suruh berhenti dulu," tegas Subandi saat memberikan keterangan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Selasa (1/9/2026) malam.
Sebagai informasi, fasilitas dapur SPPG Kalitengah yang memasok hidangan MBG tersebut dikelola secara mandiri di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh dan tidak segan mengambil langkah tegas menghentikan sementara operasional dapur SPPG tersebut apabila ditemukan pelanggaran standar higiene maupun prosedur perizinan pemenuhan gizi. (MAR)