Sebanyak 231 siswa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 1 ditutup sementara. Keluhan, yang muncul setelah konsumsi makanan pada 8 September 2026, meliputi pusing, mual, dan diare, dengan penanganan darurat dilakukan di beberapa fasilitas kesehatan. Sampel makanan telah dikirim untuk pemeriksaan laboratorium guna menentukan penyebab keracunan, sementara Satgas MBG Pati berencana memeriksa seluruh SPPG di daerah tersebut untuk mencegah insiden serupa di masa depan.
JAKARTA, AFU.ID — Sebanyak 231 siswa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi tersebut membuat operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 1 dihentikan sementara untuk mencegah munculnya korban baru. Para siswa menyantap makanan MBG pada Selasa (8/9/2026).
Keluhan mulai muncul pada malam hari dan berlanjut hingga Rabu (9/9/2026), berupa pusing, mual, mulas, diare, hingga gangguan pencernaan. Jumlah siswa terdampak paling banyak berasal dari MTsN 3 Pati dengan 127 siswa dan SMPN 1 Gembong sebanyak 103 siswa. Satu siswa dari MTs Mambaul Ulum juga mengalami keluhan serupa. Puluhan ambulans kemudian dikerahkan untuk membawa para siswa ke sejumlah fasilitas kesehatan.
Banyaknya pasien yang datang hampir bersamaan membuat fasilitas kesehatan di Kecamatan Gembong harus menangani pasien dalam jumlah besar. Sebanyak 92 siswa mendapat penanganan di Puskesmas Gembong. Enam di antaranya menjalani rawat inap, sedangkan 86 siswa lainnya mendapat perawatan jalan. Sementara itu, 98 siswa dibawa ke RSUD RAA Soewondo Pati dan 41 siswa lainnya mendapat penanganan di RS Mitra Bangsa.
Dari 41 siswa tersebut, lima menjalani rawat inap dan 36 lainnya menjalani rawat jalan. Ketua Satgas MBG Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan penanganan dilakukan bersama Dinas Kesehatan dan sejumlah pihak terkait. Ambulans disiapkan untuk membantu proses evakuasi, sementara dokter dari Polres Pati turut diterjunkan. “Kami mengirimkan ambulans dan dari Polres sudah mengirimkan dokter,” ujar Chandra.
Untuk memastikan penyebab keluhan kesehatan para siswa, sampel makanan MBG telah dikirim ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk menjalani pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan tersebut akan menentukan apakah keluhan para siswa berkaitan dengan makanan yang mereka konsumsi atau disebabkan faktor lain.
Hingga hasil laboratorium keluar, belum dapat dipastikan makanan MBG menjadi penyebab keluhan kesehatan tersebut. Chandra mengatakan Satgas MBG Pati juga akan memeriksa seluruh SPPG di Kabupaten Pati. Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah mitigasi agar persoalan serupa tidak kembali terjadi. “Satgas mengecek semua kondisi SPPG di Kabupaten Pati. Satgas akan keliling nanti. Mitigasi supaya masalah-masalah tidak terjadi lagi,” katanya.
Operasional SPPG Gembong 1 pun dihentikan sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. “Iya, pastinya ditutup sementara dulu, Mas, sambil nunggu hasil labnya,” tegas Chandra. Hasil uji laboratorium nantinya menjadi dasar pemerintah menentukan langkah selanjutnya, termasuk terkait pembukaan kembali SPPG Gembong 1 dan pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut. Sementara itu, kondisi para siswa yang masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan terus dipantau oleh petugas medis. (FAD)