JAKARTA, AFU.ID — Sebanyak 127 siswa di Kota Pariaman, Sumatera Barat, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menyusul kejadian tersebut, pemerintah daerah menutup sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan ke sekolah-sekolah terdampak sambil menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium.
Mayoritas korban merupakan siswa MTsN 1 Pariaman. Selain itu, terdapat dua siswa dari SMPN 1 Pariaman dan satu siswa tingkat sekolah dasar yang juga dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG pada Senin (14/09/26). Pemerintah daerah menyebut kondisi sebagian besar siswa sudah membaik, meski masih dalam pemantauan tenaga kesehatan.
Dua siswi sempat dirujuk ke RS M Djamil Padang setelah kondisi kesehatannya menurun. Keduanya sebelumnya menjalani perawatan intensif dan sempat ditempatkan di ruang ICU. Namun, menurut Pemerintah Kota Pariaman, kondisi kedua siswi tersebut kini berangsur membaik dan telah dipindahkan ke ruang rawat inap.
Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan pemerintah daerah saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Sampai sekarang, belum ada kesimpulan apakah gangguan kesehatan para siswa dipicu oleh bakteri tertentu, bahan makanan, atau faktor lain yang berkaitan dengan proses penyajian makanan.
“Kita masih menunggu hasil labor. Biar tahu jenis bakterinya. Jadi bakterinya atau apanya bagaimana kita belum tahu,” kata Yota Balad.
Dinas Kesehatan Kota Pariaman sebelumnya telah mengambil sejumlah sampel makanan untuk diuji di laboratorium BPOM Padang. Sampel yang diperiksa meliputi ayam tepung atau ayam katsu, tahu goreng, sayur kacang panjang dan jagung, saus lada hitam, nasi, serta semangka yang menjadi bagian dari menu MBG pada hari kejadian. Selain makanan, investigasi juga mencakup dapur, proses penyimpanan, pemorsian, hingga distribusi makanan ke sekolah.
Penghentian sementara operasional SPPG dilakukan hingga hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi selesai. Badan Gizi Nasional (BGN) juga telah turun ke lapangan untuk melakukan penelusuran terhadap penyelenggaraan program MBG di lokasi tersebut. Pemerintah daerah menyatakan evaluasi lanjutan akan dilakukan setelah hasil pemeriksaan resmi diterima.
Selain penanganan medis, Pemerintah Kota Pariaman menyiapkan langkah pemulihan bagi para siswa yang terdampak. Pengawasan terhadap seluruh SPPG yang beroperasi di wilayah Kota Pariaman juga akan diperketat untuk memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan terpenuhi. (RHU)