PDI Perjuangan (PDIP) menilai pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 berjalan baik, namun mengingatkan bahwa capaian yang disampaikan pemerintah harus dirasakan oleh masyarakat. Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, menekankan pentingnya kesesuaian antara apa yang dipidatokan dan kondisi yang dialami rakyat, serta menyerahkan penilaian kepada masyarakat mengenai efektivitas capaian pemerintah. Momen positif juga terlihat saat Presiden Joko Widodo memberikan gestur jempol kepada Prabowo setelah pidato tersebut.
Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira. (Foto: AFU.ID/Fadhlan Robbani)
JAKARTA, AFU.ID — PDI Perjuangan (PDIP) menilai pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 berjalan baik. Namun, PDIP mengingatkan bahwa berbagai capaian yang disampaikan pemerintah dalam pidato tersebut tetap harus dilihat dari apa yang benar-benar dirasakan masyarakat. Penilaian itu disampaikan Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira seusai mengikuti rangkaian agenda kenegaraan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Andreas menyebut tidak ada persoalan dalam pidato Prabowo dan menilai sejumlah hal yang disampaikan Presiden menunjukkan progres. “Ya kalau saya perhatikan Bapak Presiden pidato sih bagus, selalu bagus kan harusnya apa yang dipidatokan itu. Dan tadi juga beliau menyampaikan banyak hal yang progres yang bagus gitu kan. Tidak ada hal, tidak ada masalah dalam pidatonya,” kata Andreas.
Meski menilai pidato Prabowo bagus, Andreas tidak berhenti pada isi pidato maupun capaian yang disampaikan pemerintah. Menurut dia, persoalan utamanya adalah apakah capaian tersebut benar-benar sampai dan dirasakan masyarakat. “Persoalannya kan tinggal apa yang dicapai dan apa yang dirasakan,” ujar Andreas. Andreas mengatakan masyarakat memiliki posisi penting untuk menilai kesesuaian antara apa yang disampaikan pemerintah dengan kondisi yang mereka alami.
Karena itu, ia tidak memberikan penilaian lebih jauh dan menyerahkan respons terhadap pidato tersebut kepada masyarakat. “Artinya antara ya yang disampaikan dengan yang dirasakan masyarakat. Ya tinggal masyarakat memberikan respons terhadap itu,” imbuhnya. Pidato kenegaraan Prabowo disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan sejumlah capaian pemerintah sekaligus persoalan yang masih harus dibenahi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Sementara itu, Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang hadir dalam sidang tersebut terlihat memberikan gestur jempol kepada Prabowo seusai pidato kenegaraan. Momen itu terjadi ketika Prabowo turun dari mimbar dan menyalami sejumlah mantan presiden dan wakil presiden yang hadir. Prabowo dan Jokowi sempat saling memberi hormat sebelum berjabat tangan. Setelah itu, Jokowi yang tampak tersenyum memberikan gestur jempol kepada Prabowo. (FAD)