JAKARTA, AFU.ID — Presiden Prabowo Subianto menerima Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) saat menghadiri penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Senin. Kartanu tersebut diserahkan oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. Penyerahan kartu berlangsung sebelum Prabowo menyampaikan pidato penutupan muktamar.
Prabowo menerima Kartanu di Gedung Serba Guna Hasbullah Said, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Dalam kegiatan itu, ia didampingi Gus Kikin serta mantan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Presiden kemudian menyempatkan diri menyalami para nahdliyin yang hadir di lokasi.
Prabowo tiba di Stadion Merdeka Jombang sekitar pukul 10.00 WIB sebelum menuju lokasi penutupan muktamar. Ia kemudian memasuki GSG Hasbullah Said dan mengikuti rangkaian acara bersama jajaran pengurus NU. Presiden sebelumnya juga hadir untuk membuka Muktamar ke-35 NU pada Jumat (27/08/26).
Pada hari yang sama, sidang Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) menetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031. Sidang tersebut berlangsung mulai pukul 07.25 WIB setelah sembilan anggota AHWA menyelesaikan musyawarah. Pemilihan dilakukan melalui mekanisme mufakat dari lima nama calon yang telah dijaring dalam forum muktamar.
Dengan keputusan tersebut, KH Miftachul Akhyar tetap menjabat sebagai Rais Aam PBNU. Gus Kikin kemudian ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU untuk masa khidmat 2026–2031. Keduanya akan memimpin kepengurusan PBNU untuk periode berikutnya.
Dalam proses penjaringan, Gus Kikin memperoleh 472 suara dari 552 pemilik hak suara. Setiap pemilik suara diperbolehkan mengusulkan maksimal lima nama calon ketua umum. Perolehan tersebut menempatkan Gus Kikin sebagai kandidat dengan dukungan terbanyak sebelum keputusan akhir diserahkan kepada AHWA.
Gus Kikin dikenal sebagai Ketua PWNU Jawa Timur dan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Ia merupakan putra KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma’shum serta memiliki garis keturunan dari KH Hasyim Asy’ari melalui jalur keluarga Tebuireng. Latar belakang tersebut membuatnya memiliki hubungan kultural yang kuat dengan sejarah dan tradisi Nahdlatul Ulama.
Muktamar ke-35 NU berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sejak Jumat hingga Senin (31/08/26). Forum tersebut membahas sejumlah agenda organisasi, termasuk penetapan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Penutupan muktamar dilakukan Presiden Prabowo setelah seluruh rangkaian pemilihan pimpinan organisasi selesai. (RHU)