Spesifikasi Giuseppe Garibaldi
Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk berukuran relatif kompak dibandingkan kapal induk berukuran raksasa yang digunakan sejumlah negara. Berdasarkan data Angkatan Laut Italia, kapal bernomor lambung 551 ini memiliki panjang 180,2 meter. Lebarnya mencapai sekitar 30,4 meter pada geladak penerbangan, dengan draft 6,7 meter. Dalam kondisi muatan penuh, bobot perpindahan kapal mencapai sekitar 13.850 ton.
Garibaldi menggunakan sistem propulsi COGAG atau Combined Gas Turbine and Gas Turbine. Sistem tersebut ditopang empat turbin gas FIAT/GE LM2500 dengan total daya sekitar 60.400 kilowatt atau 81.000 tenaga kuda. Dengan sistem tersebut, Garibaldi mampu mencapai kecepatan maksimum sekitar 30 knot. Jarak jelajahnya mencapai sekitar 7.000 mil laut.
Untuk kemampuan penerbangan, kapal memiliki geladak penerbangan sepanjang sekitar 173,8 meter. Dalam konfigurasi Italia, Garibaldi dapat mengoperasikan sekitar 18-20 pesawat atau helikopter, bergantung pada misi dan komposisi sayap udaranya. Garibaldi sebelumnya dapat mengoperasikan sejumlah helikopter, seperti EH101, SH90A dan AB212. Kapal tersebut juga pernah mengoperasikan pesawat STOVL AV-8B Plus Harrier II.
Selain menjadi platform penerbangan, Garibaldi memiliki kemampuan pertahanan sendiri. Kapal tersebut dilengkapi sistem rudal antipesawat Aspide serta sistem senjata jarak dekat. Garibaldi juga memiliki kemampuan komando dan kendali terhadap kekuatan laut maupun udara. Dalam konfigurasi tertentu, kapal dapat menjalankan peran sebagai Landing Helicopter Assault (LHA) untuk mendukung operasi amfibi.
Baca Juga
Dihibahkan ke Indonesia Saat Memasuki Usia Pensiun
Indonesia menerima Giuseppe Garibaldi melalui skema hibah dari Pemerintah Italia. Komisi I DPR RI menyetujui penerimaan hibah tersebut pada 20 Juli 2026 dengan nilai tercatat 54.022.426,67 euro atau sekitar Rp1,1 triliun berdasarkan perhitungan yang digunakan pemerintah. Namun, hibah tersebut tidak berarti Garibaldi langsung siap digunakan dalam konfigurasi baru Indonesia.
Kapal yang dibangun lebih dari 40 tahun lalu itu masih membutuhkan penyesuaian, pemeliharaan dan refurbishment agar sesuai dengan kebutuhan TNI AL. Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin sebelumnya menyoroti usia kapal tersebut. Ia mengingatkan Garibaldi telah melewati usia 40 tahun, sementara masa pakai umum kapal perang berada di kisaran 30-40 tahun.
Hasanuddin juga mengutip laporan The National Interest yang menyebut Angkatan Laut Italia mengeluarkan sekitar 5 juta euro atau sekitar Rp101 miliar per tahun untuk mempertahankan Garibaldi. “Karena itu, keputusan ini harus dikaji secara menyeluruh, tidak hanya dilihat dari nilai hibahnya,” kata Hasanuddin pada Mei 2026. Biaya tersebut belum mencakup kebutuhan modernisasi, seperti pembaruan radar, sistem komunikasi, persenjataan, suku cadang, dan pelatihan kru.
Pemerintah sendiri berencana melakukan refurbishment dan menyesuaikan fungsi Garibaldi menjadi kapal induk helikopter sekaligus platform pendukung pengoperasian drone. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyebut kapal tersebut dapat menampung hingga 10 helikopter kelas menengah. Kapal juga diarahkan untuk mendukung operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana. (FAD)





























