Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Kebakaran Dekat Stasiun Kebayoran Lama: Api Diduga Dipicu Korsleting Listrik, 180 Warga Terdampak
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Kebakaran terjadi di permukiman warga Jalan Teuku Nyak Arif, Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, pada Selasa malam, yang diduga dipicu oleh korsleting listrik. Api mulai muncul sekitar pukul 20.31 WIB dan merambat ke beberapa bangunan, mempengaruhi 60 kepala keluarga atau sekitar 180 jiwa, meskipun tidak ada korban jiwa atau luka. Petugas pemadam kebakaran berhasil melokalisir api dalam waktu kurang dari satu jam dengan menerjunkan 24 unit kendaraan dan 128 personel ke lokasi.
Kebakaran permukiman warga di Jalan Teuku Nyak Arif, Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2026) malam. Api dilaporkan muncul sekitar pukul 20.31 WIB di kawasan Stasiun Kebayoran Lama. Dok. Istimewa
JAKARTA, AFU.ID — Kebakaran melanda permukiman warga di Jalan Teuku Nyak Arif, Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2026) malam. Api dilaporkan muncul sekitar pukul 20.31 WIB di kawasan Stasiun Kebayoran Lama dan menjalar ke sejumlah bangunan di sekitarnya. Berdasarkan keterangan saksi, api diduga bermula dari warteg lalu merambat ke bengkel ban.
Namun, pemilik warteg mengaku melihat kobaran api berasal dari sebuah kontrakan di dekat lampu merah sebelum menjalar ke bagian belakang rumah. Melihat kobaran api semakin membesar, warga bahu-membahu memadamkan api dengan alat dan sumber air seadanya. “Warga berusaha memadamkan api menggunakan APAR namun gagal,” kata Kasiops Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Selatan Sjukri Bahanan. Kegagalan upaya awal warga membuat penanganan dilanjutkan oleh petugas Damkar Jakarta Selatan. Sebanyak 24 unit kendaraan pemadam dan 128 personel dikerahkan ke lokasi, dengan proses pemadaman dimulai sekitar pukul 20.41 WIB.
Petugas berhasil melokalisir api pada pukul 21.20 WIB dan memulai proses pendinginan pada pukul 21.33 WIB.Area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 1.100 meter persegi. Pendataan sementara mencatat 60 kepala keluarga atau sekitar 180 jiwa terdampak akibat kejadian tersebut. “Korban luka nihil, korban jiwa nihil,” ujar Sjukri.
Petugas masih melakukan penanganan di lokasi untuk memastikan kondisi benar-benar aman dan tidak ada titik api yang kembali menyala. Dugaan sementara menunjukkan kebakaran dipicu korsleting listrik, meski penyebab tersebut masih berupa dugaan berdasarkan penanganan awal. “Dugaan penyebab korsleting listrik,” kata Sjukri. (RAI)