JAKARTA, AFU.ID — Kolonel Laut (P) Mochamad Fuad Hasan dipercaya menjadi calon komandan Giuseppe Garibaldi, kapal perang Italia yang dihibahkan kepada Indonesia dan dipersiapkan menjadi kapal induk pertama TNI Angkatan Laut. Fuad mengaku tidak pernah membayangkan mendapat kepercayaan tersebut ketika masih berpangkat letnan dua.
Kini, ia menjadi bagian dari 100 personel TNI AL yang mengawaki Giuseppe Garibaldi dalam pelayaran dari Italia menuju Indonesia. “Sangat tidak terbayangkan saya diberikan kepercayaan dan kehormatan dari Angkatan Laut untuk jadi calon pertama komandan kapal induk. Bagi saya ini luar biasa,” kata Fuad saat di Dermaga 107 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026).
Fuad merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-48 tahun 2002. “Saya dulu Letda, saya lulusan Akademi AL 2002 Angkatan 48, mungkin tidak terbayang pada saat itu saya Letda Angkatan Laut punya kapal induk,” ujarnya. Sebelum dipercaya menjadi calon komandan Giuseppe Garibaldi, Fuad pernah memimpin sejumlah kapal perang TNI AL, di antaranya KRI Sultan Iskandar Muda-367, KRI I Gusti Ngurah Rai-332, dan KRI Raden Eddy Martadinata-331.
Pada April 2026, Fuad menjabat Komandan Pusat Latihan Elektronika dan Pengendalian Senjata (Danpuslatlekdalsen) Kodiklatal. Fuad menjadi bagian dari 100 personel TNI AL yang mengawaki Giuseppe Garibaldi dalam perjalanan dari Italia menuju Indonesia. Mereka berlayar bersama sekitar 300 kru Angkatan Laut Italia melalui konsep joint crew.
Selama perjalanan, personel Indonesia dan Italia bekerja bersama sekaligus menjalani proses transfer pengetahuan dan familiarisasi terhadap kapal. “Jadi tidak cuma kami belajar, tapi kami juga mengawaki kapal ini menempati penjagaan, memasak, bekerja setiap hari sesuai bidang, departemen, divisinya masing-masing,” kata Fuad. Persiapan 100 personel Indonesia berlangsung sekitar tiga bulan.
Mereka menjalani pelatihan di Indonesia, kemudian mengikuti familiarisasi di pangkalan Angkatan Laut Italia sebelum membawa kapal menuju Indonesia. Giuseppe Garibaldi dijadwalkan diserahterimakan kepada Indonesia pada 24 September 2026 dan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya-100. Fuad menjadi calon komandan pertama kapal tersebut.
“Sebentar lagi minggu depan kita akan diresmikan menjadi KRI Sriwijaya, dan ini adalah sejarah milestone yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia,” tuturnya. Setelah resmi menjadi bagian dari TNI AL, awak kapal masih akan menjalani latihan untuk meningkatkan kesiapan kapal. “Untuk misi apa pun saya siap. Mission first, safety first,” tegas Fuad. (FAD)