JAKARTA, AFU.ID - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) melaporkan progres pembangunan Jalan Kawasan Kompleks Yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN) telah mencapai 19,35 persen atau melampaui target yang ditetapkan.
Corporate Secretary Wijaya Karya, Ngatemin, mengatakan capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan progres rencana sebesar 18,29 persen sehingga mencatat deviasi positif sebesar 1,6 persen. Proyek ini ditargetkan selesai pada 31 Desember 2027.
“Saat ini, pekerjaan proyek masih berjalan secara paralel di berbagai segmen. Beberapa pekerjaan yang tengah berlangsung meliputi pekerjaan geotekstil, timbunan tanah, struktur Multi Utility Tunnel (MUT), struktur box culvert, struktur jembatan, rigid pavement, serta pekerjaan saluran drainase,” kata Ngatemin dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan komitmen perseroan dalam menjaga kualitas, produktivitas, dan ketepatan pelaksanaan proyek.
“WIKA terus memastikan pelaksanaan pembangunan Jalan Kawasan Kompleks Yudikatif berjalan sesuai target melalui penguatan koordinasi, penerapan metode kerja yang efektif, serta pengendalian mutu dan biaya secara berkelanjutan. Infrastruktur ini memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas kawasan pemerintahan di IKN,” ujarnya.
Dalam proses pembangunan, WIKA menerapkan sejumlah inovasi konstruksi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pekerjaan. Teknologi yang digunakan antara lain Total Station Robotik dan Drone Photogrammetry untuk mempercepat pengumpulan data konstruksi dengan tingkat akurasi yang tinggi.
Selain itu, perusahaan juga menerapkan metode Sliding Formwork pada pembangunan Multi Utility Tunnel (MUT) guna mempercepat proses konstruksi.
Pada pekerjaan struktur, WIKA menggunakan sistem Cooling Pipe saat pengecoran pile cap mass concrete untuk mengendalikan suhu beton, mengurangi risiko retak termal, dan menjaga kualitas konstruksi.
Perseroan juga memanfaatkan teknologi Load Scanner untuk memantau volume material yang keluar dan masuk secara digital sehingga mendukung akurasi data dan pengendalian material di lapangan.
Di sisi lain, WIKA mengakui masih menghadapi tantangan berupa kenaikan harga material konstruksi akibat kondisi geopolitik global yang berdampak pada biaya material utama, logistik, dan jasa subkontraktor.
Ngatemin mengatakan perusahaan terus melakukan optimalisasi perencanaan, pengendalian biaya, dan efisiensi pelaksanaan agar proyek tetap berjalan sesuai target.
Pembangunan Jalan Kawasan Kompleks Yudikatif diharapkan dapat memperkuat konektivitas antar-kawasan strategis di lingkungan yudikatif, memperlancar mobilitas pengguna kawasan, serta mendukung integrasi fungsi pemerintahan di IKN.
"Melalui proyek ini, WIKA turut mendukung terwujudnya pembangunan infrastruktur yang andal, terintegrasi, dan berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara," tutupnya. (ANT/FAD)