KEFAMENANU, AFU.ID — Senyum anak-anak Desa Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), pecah ketika satu per satu paket perlengkapan sekolah diserahkan kepada mereka. Di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste itu, bantuan tersebut menjadi penyemangat baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Sebanyak 30 anak menerima paket perlengkapan sekolah melalui program PLN Peduli. Bantuan itu terdiri dari seragam sekolah, buku tulis, alat tulis, hingga tas sekolah.
Bagi sebagian keluarga di Desa Nilulat, bantuan tersebut bukan sekadar perlengkapan untuk bersekolah. Paket itu menjadi bentuk dukungan yang dapat membantu meringankan kebutuhan pendidikan anak-anak sekaligus menjaga semangat mereka untuk terus belajar.
Program bertajuk “Bersama Menyalakan Harapan” tersebut digelar PLN dalam rangka menyambut Hari Listrik Nasional (HLN). Penyaluran bantuan dilakukan sebagai bagian dari kepedulian PLN terhadap masyarakat yang berada di wilayah perbatasan.
Kepala Pengelola Perbatasan Provinsi NTT, Ir. Maksi Y. E. Nenabu, M.T., turut hadir dalam kegiatan tersebut. Hadir pula perwakilan Bupati TTU, tokoh masyarakat Desa Nilulat, serta jajaran TNI dan Polri setempat.
Mewakili Bupati TTU, Kris Ukat menyampaikan apresiasi kepada PLN karena bantuan tersebut menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya anak-anak yang sedang menempuh pendidikan.
“Dukungan PLN melalui program PLN Peduli ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kami, khususnya dalam menunjang pendidikan dan kesejahteraan anak-anak di Desa Nilulat,” ujar Kris.
Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan anak di wilayah perbatasan penting dilakukan secara berkelanjutan. Dukungan dari berbagai pihak dinilai dapat membantu membuka kesempatan yang lebih besar bagi anak-anak untuk berkembang dan meraih cita-cita.
Manager PLN ULP Kefamenanu, Anak Agung Ngurah Maha Adisurya, mengatakan pihaknya bersyukur dapat hadir langsung dan menyerahkan bantuan kepada masyarakat Desa Nilulat.
“Bantuan ini mungkin sederhana, tetapi kami berharap bisa menjadi pemantik semangat bagi anak-anak di perbatasan untuk terus berani bermimpi dan mengejar masa depan mereka,” kata Agung.
Agung menegaskan, kehadiran PLN di tengah masyarakat tidak semata-mata berkaitan dengan pelayanan kelistrikan. Melalui PLN Peduli, perusahaan juga berupaya memberikan manfaat sosial bagi masyarakat di wilayah operasionalnya.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menekankan bahwa pendidikan merupakan salah satu fondasi penting dalam menyiapkan masa depan generasi muda, termasuk anak-anak yang tinggal di kawasan perbatasan.
“Pendidikan adalah pondasi utama dalam membangun masa depan. Melalui PLN Peduli, kami ingin memastikan kehadiran PLN dirasakan secara nyata dan luas oleh masyarakat,” jelas Eko.
Eko menambahkan, PLN akan terus mendorong kegiatan kepedulian sosial yang berkelanjutan di NTT melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan para pemangku kepentingan lainnya.
Di Desa Nilulat, rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan paket sekolah secara simbolis serta penandatanganan berita acara serah terima. Di tengah keterbatasan wilayah perbatasan, bantuan itu menjadi pesan sederhana bahwa perhatian dan kesempatan untuk bermimpi tidak boleh berhenti di batas negeri. ( Isto )