JAKARTA, AFU.ID — Seorang pemuda berusia 19 tahun bernama Sanusi Rhamdani ditemukan meninggal dunia di kawasan Tiu Galumpang, Dusun Makmur, Desa Semamung, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Warga RT 11 RW 6 Dusun Makmur tersebut ditemukan oleh warga pada Jumat (11/09/2026) sekitar pukul 11.00 WITA. Korban diduga kuat nekat mengakhiri hidupnya usai mengalami konflik hubungan asmara dengan sang kekasih.
Kepala Desa Semamung, Rudi Mustaid, membenarkan adanya insiden tragis yang menimpa salah satu warganya tersebut saat memberikan keterangan di Sumbawa pada Jumat. Berdasarkan informasi yang dihimpun pihak desa, jalinan asmara korban telah berakhir sekitar empat hari sebelum kejadian akibat persoalan utang piutang. "Benar, sebelum kejadian, hubungan korban dengan kekasihnya telah berakhir sekitar empat hari sebelumnya, dipicu persoalan utang piutang di Talwa," kata Rudi.
Sebelum ditemukan tewas, korban sempat berupaya meminta kekasihnya untuk kembali berpacaran pada Kamis sore. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh pihak perempuan. Pada Kamis malam sekitar pukul 18.00 WITA, korban masih sempat berkomunikasi melalui pesan singkat dan mengirimkan pesan bernada isyarat pamit untuk mengakhiri hidup. Setelah pesan tersebut terkirim, korban hilang kontak dan tidak merespons panggilan telepon dari pihak keluarga.
Upaya pencarian mandiri yang dilakukan oleh pihak keluarga sepanjang malam sempat tidak membuahkan hasil. Keberadaan korban baru terkuak pada Jumat siang setelah dua orang warga yang sedang mengangkut pasir di aliran sungai dekat lokasi, Didi Rohadi dan Edi Syahrodi, melihat tubuh korban membujur kaku di kawasan Tiu Galumpang. Kedua saksi langsung melaporkan temuan tersebut kepada aparat Pemerintah Desa Semamung dan Bhabinkamtibmas.
Petugas gabungan bersama pemerintah desa segera mendatangi lokasi kejadian untuk mengamankan area serta menghubungi pihak keluarga. Tim medis yang diturunkan ke lokasi menyatakan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik luar akibat tindak pidana pada tubuh korban. Pihak keluarga korban menyatakan telah menerima secara ikhlas peristiwa kecelakaan jiwa tersebut dan menolak dilakukan otopsi lanjutan.
Jenazah korban kemudian dievakuasi dari lokasi penemuan menuju rumah duka guna dimakamkan oleh pihak keluarga. Kepala Desa Semamung mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis kerabat terdekat demi mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang. Pihak kepolisian setempat telah mencatat insiden ini dan menyelesaikan penanganan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. (RHU)