JAKARTA, AFU.ID — Universitas Brawijaya (UB) membantah keras kabar yang menyebut seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) berinisial RR nekat melompat dari lantai 6 gedung kampus akibat depresi tidak lulus Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PK2MABA). Pihak rektorat menegaskan bahwa isu yang beredar luas di media sosial tersebut tidak berdasar serta tidak memiliki keterkaitan dengan kegiatan kemahasiswaan maupun tekanan akademik.
Ketua Program Studi Kedokteran UB, Hanif, M.Biomed, memberikan klarifikasi resmi mengenai riwayat akademik dan status kemahasiswaan korban di Malang pada Jumat (11/09/2026). "Ada narasi-narasi dikaitkan dengan PK2MABA dan sebagainya. Itu yang kami telusuri, dan kami pastikan bahwa kami juga sudah berkoordinasi dengan Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan bahwa berita itu tidak benar," tegas Hanif.
Pihak fakultas menjelaskan bahwa mahasiswa bersangkutan memang sempat tidak hadir dalam sesi PK2MABA pada 2025 lalu. Namun, kendala ketidakhadiran tersebut telah diselesaikan sesuai prosedur kampus dan korban telah dinyatakan lulus secara resmi. "Jadi bukan mengulang PK2MABA, tetapi hanya mengganti ketidakhadiran. Dan itu sudah clear, yang bersangkutan dinyatakan lulus PK2MABA," lanjutnya.
Selain menepis rumor PK2MABA, FK UB juga memastikan rekam jejak akademik RR berada dalam kondisi sangat baik tanpa indikasi tekanan dari pihak mana pun. Korban mencatatkan indeks prestasi kumulatif (IPK) mencapai 3,8 serta memiliki tingkat kehadiran kuliah yang konsisten. "Tidak ada hal yang mengarah kepada sesuatu kesulitan maupun tekanan, apalagi dari kakak kelas atau dari dosen dan sebagainya, tidak ada," ujar Hanif.
Mengenai pemicu pasti dari aksi nekat melompat dari lantai 6 Gedung Fakultas Bio Industri Pertanian dan Kehutanan tersebut, pihak kampus menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat kepolisian. Pihak UB memilih tidak berspekulasi mengenai motif di luar ranah akademik demi menghormati privasi korban dan keluarga. "Di luar itu, kami mohon maaf kami rasa bukan wewenang kami untuk menyampaikan itu, dan kami berusaha untuk menjaga privasi," kata Hanif.
Saat ini jajaran kepolisian setempat masih mendalami bukti petunjuk serta keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut. Sementara itu, pihak Universitas Brawijaya memberikan pendampingan medis intensif bagi korban serta memfasilitasi kebutuhan keluarga di rumah sakit. Pihak kampus juga mengimbau publik untuk tidak menyebarkan narasi spekulatif yang dapat memperkeruh suasana dan merugikan keluarga korban. (RHU)