JAKARTA, AFU.ID — Niat memeriksa sumber bunyi aneh dari roda truk berujung maut bagi Sudirman Nudirman (41). Sopir truk asal Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, itu tewas setelah terpental dan menghantam bagian kendaraan akibat ledakan ban depan truk yang meletus secara tiba-tiba di Rest Area Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali, Sabtu malam. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.10 WITA saat korban mengemudikan truk Hino bernomor polisi L 8915 UB yang mengangkut makanan ringan dari arah Gilimanuk menuju Denpasar.
Dalam perjalanan, korban bersama rekannya mendengar suara tidak biasa yang berasal dari bagian roda depan kanan kendaraan. Karena khawatir terjadi kerusakan, mereka memutuskan berhenti di rest area untuk melakukan pemeriksaan. Kapolsek Pekutatan Kompol Benyamin Nikijuluw mengatakan rekan korban, Samsul Hadi (30), lebih dulu memeriksa bagian bawah kabin, terutama area roda depan dan sasis. Namun setelah dilakukan pengecekan awal, ia mengaku tidak menemukan kerusakan maupun gangguan yang mencurigakan pada kendaraan.
Korban kemudian bergantian memeriksa bagian yang sama. “Saat di sekitar Jembatan Pulukan, korban dan rekannya mendengar bunyi dari roda depan kanan. Kemudian, kendaraan dihentikan di Rest Area Pekutatan untuk dicek,” kata Kompol Benyamin Nikijuluw, Minggu (21/09/26). Ketika korban berada di bawah kabin truk, ban depan kendaraan tiba-tiba meledak. Ledakan tersebut membuat tubuh korban terpental keras dan menghantam bagian sasis kendaraan. Korban langsung terjatuh dan tidak sadarkan diri di lokasi kejadian. “Setelah ban meledak, korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan mengeluarkan darah,” ujar Kompol Benyamin Nikijuluw, Minggu.
Melihat kejadian itu, Samsul segera meminta bantuan warga sekitar dan mendatangi tukang tambal ban yang berada tidak jauh dari lokasi. Petugas medis dari Puskesmas I Pekutatan kemudian dihubungi untuk memberikan pertolongan. Polisi bersama tim identifikasi juga mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal dan olah tempat kejadian perkara. Korban diketahui merupakan warga Desa Golong, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Polisi telah meminta keterangan dari pelapor dan sejumlah saksi untuk mendalami rangkaian peristiwa yang menyebabkan kematian korban. Dokumentasi lokasi kejadian dan kondisi kendaraan juga telah diamankan sebagai bagian dari penyelidikan.
Hingga kini, penyebab pasti ledakan ban masih dalam penanganan kepolisian. Petugas masih menelusuri kondisi teknis kendaraan sebelum insiden terjadi serta memeriksa berbagai faktor yang dapat menyebabkan ban meletus secara tiba-tiba. Polisi memastikan penyelidikan akan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut. (RHU)