JAKARTA, AFU.ID — Haena (72), lansia asal Desa Nyabakan Barat, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, ditemukan tewas dalam kondisi terbakar pada Jumat (28/8/26), setelah lima hari tidak diketahui keberadaannya. Jasad korban ditemukan warga yang hendak menyabit rumput di lokasi yang cukup jauh dari permukiman. Kondisi tubuh korban saat ditemukan disebut telah terbakar hingga sulit dikenali.
Sekretaris Desa Batang-Batang Daya, Agung Dodi Suryo mengatakan lokasi penemuan berada sekitar 200 meter dari permukiman dan 250 hingga 300 meter dari jalan raya. Sebelum jasad ditemukan, warga tidak mendengar teriakan maupun suara mencurigakan dari sekitar lokasi. “Sebelum ditemukan meninggal, warga tidak mendengar hal aneh, seperti orang berteriak atau sebagainya,” kata Agung.
Haena sebelumnya dinyatakan hilang sejak Minggu. Kepala Desa Nyabakan Barat, Lakso mengatakan keluarga telah melakukan pencarian setelah korban tidak kunjung diketahui keberadaannya, tetapi belum menemukan hasil hingga jasadnya ditemukan lima hari kemudian. Lakso menyebut korban telah lanjut usia, mengalami gangguan kesehatan mental, dan kerap lupa.
Menurut Lakso, Haena juga memiliki kebiasaan merokok serta kerap membawa korek api dan membakar sampah. Kondisi tersebut membuat pihak desa menduga korban terbakar akibat kelalaian, bukan karena sengaja dibakar. “Korban memang sering merokok dan membawa korek, suka membakar sampah,” ujar Lakso.
Meski demikian, dugaan tersebut masih sebatas keterangan awal dari pihak desa dan belum menjadi kesimpulan resmi mengenai penyebab kematian Haena. Pihak berwenang masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab kematian sekaligus menjelaskan bagaimana tubuh korban dapat ditemukan dalam kondisi terbakar. Hingga pemeriksaan selesai, kemungkinan penyebab lain belum dapat dipastikan. (RHU)