AFU.id

Wacana Pemakzulan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, DPRD Tapteng Soroti APBD dan Bantuan Banjir

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Wacana pemakzulan Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, mencuat setelah fraksi-fraksi di DPRD Tapteng, termasuk Gerindra, NasDem, Golkar, PKB, dan PAN, mengkritik pengelolaan APBD dan penanganan bantuan bagi korban banjir yang dinilai belum optimal. Dengan penyerapan APBD yang hanya mencapai 30 persen hingga Agustus 2026 dan penyaluran bantuan yang lambat, DPRD mendesak pemerintah daerah untuk merealisasikan rekomendasi mereka, bahkan mempertimbangkan langkah hukum terhadap Masinton dan OPD terkait. Kemendagri telah mengirim tim untuk mediasi, sementara Gubernur Sumatera Utara meminta fokus pada penanganan bencana agar masyarakat terdampak tidak semakin menderita.

Wacana Pemakzulan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, DPRD Tapteng Soroti APBD dan Bantuan Banjir
Foto Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu usai menghadiri acara Sarasehan Aktivis Lintas Generasi Memperingati Reformasi 1998 di Jakarta, Rabu (21/5/2025). (ANTARA/Melalusa Susthira K.)

Kemendagri Turun Tangan

Persoalan antara DPRD Tapteng dan Masinton kemudian mendapat perhatian pemerintah pusat. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan Kemendagri telah menurunkan tim ke Tapanuli Tengah untuk melakukan mediasi. “Sudah ada tim dari Kemendagri yang sudah turun ke sana, iya (untuk mediasi),” kata Tito di JW Marriott Hotel, Medan, Rabu (9/9/2026).

Tito belum merinci waktu pembentukan maupun hasil kerja tim tersebut. Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution juga meminta persoalan antara DPRD dan Pemkab Tapteng segera diselesaikan. Bobby menilai konflik tersebut jangan sampai mengganggu penanganan masyarakat yang masih terdampak bencana.

Menurut Bobby, Tapteng masih menjadi salah satu daerah yang penyaluran bantuan bencananya relatif lambat dibandingkan daerah lain. “Yang kasihan masyarakat. Yang kasihan masyarakat untuk hal-hal seperti itu tentunya yang dikorbankan utama masyarakat,” kata Bobby. Bobby meminta DPRD dan Pemkab Tapteng mengutamakan penyelesaian persoalan bencana terlebih dahulu. Setelah kebutuhan masyarakat tertangani, persoalan hubungan antara Masinton dan DPRD dapat diselesaikan. “Ini ayo sama-sama lah semangatnya untuk menyelesaikan bencana dulu lah, itu dulu,” ujarnya. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi