Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Daftar Peraih Emas Bulu Tangkis Indonesia di Asian Games: Tan Joe Hok, Taufik Hidayat, hingga Marcus/Kevin
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Indonesia memiliki sejarah panjang dalam bulu tangkis di Asian Games, dengan 28 medali emas sejak cabang ini diperkenalkan pada 1962, meskipun mengalami kekecewaan di Asian Games 2022 dengan gagal meraih medali. Dalam persiapan untuk Asian Games 2026, PBSI menyiapkan 20 pemain, termasuk Jonatan Christie dan pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, dengan target minimal satu medali emas dari nomor beregu putra. Prestasi sebelumnya, termasuk nama-nama besar seperti Taufik Hidayat dan Marcus/Kevin, menjadi motivasi untuk mengembalikan kejayaan bulu tangkis Indonesia.
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo meraih emas Asian Games 2018 sektor Ganda Putra. (Dok. Kemenpora)
JAKARTA, AFU.ID—Perburuan medali emas bulu tangkis Indonesia di Asian Games 2026 membawa kembali ingatan pada panjangnya sejarah Merah Putih di ajang olahraga terbesar Asia. Sejak bulu tangkis pertama kali dipertandingkan pada Asian Games 1962 di Jakarta, Indonesia telah berkali-kali berdiri di podium tertinggi melalui sejumlah nama besar dari berbagai generasi. Kini, 20 pemain disiapkan untuk menghidupkan tradisi tersebut setelah hasil mengecewakan di Asian Games 2022.
Indonesia menunjukkan kekuatannya ketika menjadi tuan rumah Asian Games 1962 dengan merebut lima dari enam emas yang tersedia di cabang bulu tangkis. Tradisi itu berlanjut dalam berbagai edisi melalui nama-nama seperti Liem Swie King, Christian Hadinata, Taufik Hidayat, Ricky Subagja/Rexy Mainaky, hingga Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Secara keseluruhan, Indonesia telah mengumpulkan 28 medali emas bulu tangkis dalam sejarah Asian Games, hanya kalah dari China yang memiliki 47 emas.
Rentetan prestasi tersebut terhenti di Asian Games 2022 Hangzhou yang berlangsung pada 2023. Indonesia untuk pertama kalinya gagal membawa pulang satu pun medali bulu tangkis sejak cabang tersebut masuk program Asian Games pada 1962, setelah Gregoria Mariska Tunjung, Anthony Sinisuka Ginting, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto sama-sama tersingkir di perempat final. Hasil itu memupus target tiga medali emas yang dibebankan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) kepada tim bulu tangkis Indonesia pada edisi tersebut.
Kegagalan di Hangzhou menjadi pijakan bagi Indonesia untuk menyiapkan skuad yang diharapkan mampu kembali bersaing di papan atas pada Asian Games 2026. Jonatan Christie menjadi salah satu tumpuan tunggal putra, sedangkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri membawa modal delapan gelar BWF World Tour sejak dipasangkan pada Juli 2025 serta dua gelar beruntun di Japan Open dan China Open 2026. PBSI memasang target minimal satu emas dari nomor beregu putra, dengan sektor lain tetap diharapkan memberikan tambahan medali. “Kami menargetkan satu medali emas dari nomor beregu putra,” kata Ketua Umum PP PBSI Muhammad Fadil Imran. (RAI)