Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Gagal Total di Hangzhou 2022, Indonesia Turunkan 20 Pemain ke Asian Games 2026, Tanpa Gregoria dan Anthony Ginting
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) telah menyiapkan 20 pemain untuk Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, setelah Indonesia gagal meraih medali di edisi sebelumnya di Hangzhou 2022. Komposisi pemain terdiri dari 10 putra dan 10 putri, dengan fokus pada sektor beregu sebagai prioritas utama sebelum nomor perorangan. PBSI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa dan kebutuhan tim, serta telah melakukan perbaikan administrasi terkait pasangan pemain untuk memastikan kesiapan yang optimal dalam menghadapi kompetisi mendatang.
Arsip - Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri berhasil mencapai perempat final Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah mengalahkan ganda Korea Selatan, Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju, dalam pertandingan yang berlangsung di New Delhi, India. (Antara)
JAKARTA, AFU.ID — Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyiapkan 20 pemain untuk membawa misi kebangkitan Indonesia di Asian Games 2026 setelah hasil mengecewakan pada edisi sebelumnya. Indonesia saat itu gagal membawa pulang medali dari tiga wakil yang tampil di perempat final Asian Games 2022 di Hangzhou, China. PBSI menurunkan 10 pemain putra dan 10 pemain putri untuk menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya, Jepang.
Komposisi tersebut dipilih melalui evaluasi terhadap performa, kondisi fisik, kemampuan teknis dan kebutuhan tim. PBSI tidak hanya menyiapkan pemain untuk nomor perorangan, tetapi juga memasukkan sejumlah nama yang difokuskan memperkuat sektor beregu. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Eng Hian mengatakan komposisi itu disusun untuk memenuhi kebutuhan Indonesia di setiap nomor pertandingan.
Di sektor tunggal putra, Jonatan Christie dan Alwi Farhan menjadi wakil Indonesia untuk nomor perorangan, sedangkan Moh Zaki Ubaidillah dan Muhamad Yusuf dipersiapkan untuk beregu. Tunggal putri menempatkan Putri Kusuma Wardani dan Thalita Ramadhani Wiryawan pada nomor perorangan, dengan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi dan Mutiara Ayu Puspitasari mendapat peran di beregu. Sementara itu, sektor ganda diisi Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah serta Nikolaus Joaquin/Siti Fadia Silva Ramadhanti.
PBSI juga membenahi kesalahan administrasi terkait pasangan Daniel Marthin dan Nikolaus Joaquin di nomor perorangan. Daniel yang sempat tercatat bermain di ganda campuran dikoreksi menjadi pasangan Leo Rolly Carnando di ganda putra, sedangkan Nikolaus Joaquin dipasangkan dengan Siti Fadia Silva Ramadhanti di ganda campuran. Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan INASGOC dan masih menunggu pembaruan pada sistem resmi Asian Games 2026.
PBSI akan lebih dulu mengejar hasil di nomor beregu yang berlangsung pada 20-24 September 2026, sebelum memasuki nomor perorangan pada 25-29 September. Target tersebut menjadi prioritas karena PBSI ingin memperbesar peluang Indonesia meraih gelar dari sektor beregu putra sekaligus mendapatkan hasil terbaik di beregu putri. “Jadi, fokus utama kami adalah nomor beregu terlebih dahulu,” kata Eng Hian.
Setelah fase beregu selesai, para pemain akan kembali diarahkan untuk memaksimalkan peluang di nomor perorangan. Rangkaian pertandingan bulu tangkis Asian Games 2026 akan digelar di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang. Skuad tersebut menjadi upaya PBSI untuk memperbaiki hasil buruk Indonesia di Hangzhou dan kembali bersaing dalam perebutan medali. (RAI)