JAKARTA, AFU.ID — Skuad Persebaya Surabaya menempuh perjalanan pulang melalui jalur laut dan darat usai bertanding melawan Bhayangkara Presisi Lampung di Pekan Pertama Super League 2026/2027. Bajul Ijo yang meraih 1 poin di kandang Bhayangkara yakni Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, tak bisa kembali ke Surabaya via udara karena terdampak erupsi Anak Gunung Krakatau.
Kapten Persebaya Francisco Rivera mengatakan perjalanan menggunakan kapal laut di Indonesia menjadi pengalaman baru karena baru baginya. Dalam rilis resmi Persebaya, para pemain tampak asyik berpose di kapal fery yang mengantar dari Bakauheni menuju Pelabuhan Merak, Banten. “Ya, ini adalah pengalaman baru bepergian seperti ini ke Surabaya. Kami bisa memahami para penggemar yang melakukan perjalanan serupa untuk mendukung kami,” kata Rivera dalam keterangannya yang diterima di Surabaya, Minggu (6/9/2026).
Untuk kembali ke Surabaya, Tim Persebaya berangkat dari hotel di Bandar Lampung pada Minggu sekitar pukul 07.00 WIB. Skuad Bernardo Silva langsung menuju Pelabuhan Bakauheni untuk menyeberang menuju Pelabuhan Merak, Banten.
Setibanya di Merak, rombongan tim akan langsung melanjutkan perjalanan menuju Surabaya menggunakan bus melalui jalur darat. Rivera berharap perjalanan yang ditempuh rombongan berjalan lancar sehingga tim dapat segera tiba di Surabaya. “Kami berharap semuanya baik-baik saja dan kami bisa segera tiba di Surabaya,” ucapnya.
Untuk diketahui, operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup imbas sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Tak hanya Bandara Soetta, Bandara Raden Inten II Lampung, Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, dan Husein Sastranegara juga dilakukan penutupan.
Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyatakan penutupan awal Bandara Soekarno-Hatta berlaku pada Minggu (6/9) pukul 01.30 hingga 05.30 WIB berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26. Data Kemenhub mencatat 33 penerbangan terdampak, termasuk penerbangan dari dan menuju Lampung serta penerbangan menuju Surabaya.
Penutupan operasional tersebut kemudian diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB karena sebaran abu vulkanik masih terdeteksi dan kondisi keselamatan penerbangan terus dipantau oleh otoritas terkait. Erupsi Gunung Anak Krakatau juga menyebabkan sebaran abu vulkanik meluas ke sejumlah wilayah, termasuk Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Lampung. (FAP)