Sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau mengakibatkan penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yang berdampak pada penerbangan dari dan menuju Jakarta. Untuk mengatasi gangguan mobilitas masyarakat, KAI Daop 5 Purwokerto menyiapkan dua kereta tambahan, yaitu KA Tambahan Yogyakarta-Gambir dan KA Tambahan Malang-Gambir, yang akan beroperasi pada Minggu (6/9/2026). KAI juga mengingatkan masyarakat yang terdampak abu untuk menjaga kesehatan dengan menggunakan masker dan kacamata pelindung serta menghindari aktivitas di ruang terbuka.
Arsip foto - Sejumlah penumpang menunggu kedatangan KRL Commuter Line Manggarai-Bogor di Stasiun Manggarai, Jakarta, Rabu (1/11/2023). (ANTARA FOTO/Tri Meilani Ameliya)
JAKARTA, AFU.ID – Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap penerbangan dari dan menuju Jakarta. Penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta membuat KAI Daop 5 Purwokerto menyiapkan dua perjalanan kereta api tambahan sebagai alternatif bagi masyarakat. Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto M As’ad Habibuddin mengatakan tambahan perjalanan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi gangguan mobilitas masyarakat akibat terganggunya perjalanan udara.
“KAI Daop 5 Purwokerto berupaya hadir memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat yang membutuhkan transportasi, khususnya akibat adanya penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta,” kata As’ad kepada wartawan, Minggu (6/9/2026). Dua kereta tambahan tersebut merupakan KA Tambahan Yogyakarta-Gambir dan KA Tambahan Malang-Gambir. Keduanya akan melewati Stasiun Purwokerto sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.
KA Tambahan Yogyakarta-Gambir berangkat dari Stasiun Yogyakarta pada Minggu (6/9/2026) pukul 18.20 WIB. Kereta tiba di Stasiun Purwokerto pukul 20.47 WIB dan kembali berangkat menuju Gambir pada pukul 20.55 WIB. Sementara itu, KA Tambahan Malang-Gambir berangkat dari Malang pada Minggu (6/9/2026) pukul 20.15 WIB.
Kereta dijadwalkan tiba di Stasiun Purwokerto pada Senin (7/9/2026) pukul 04.56 WIB dan kembali berangkat pukul 05.00 WIB. KAI juga mengingatkan masyarakat di wilayah yang terdampak abu vulkanik untuk memperhatikan kesehatan selama beraktivitas. Masyarakat disarankan menggunakan masker dan kacamata pelindung, mengurangi aktivitas di ruang terbuka, serta menghindari menyentuh mata.
Barang bawaan, termasuk makanan dan minuman, juga disarankan ditutup rapat untuk mencegah paparan abu vulkanik. Jika mengalami keluhan seperti sesak napas atau iritasi akibat abu, penumpang diminta segera menghubungi petugas KAI untuk mendapatkan bantuan.
“Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman dan pelayanan kepada pelanggan berjalan optimal,” ujar As’ad. KAI mengimbau calon penumpang memastikan informasi terbaru mengenai perjalanan kereta melalui kanal resmi KAI, termasuk Contact Center KAI121 dan media sosial KAI121. (FAD)