JAKARTA, AFU.ID — Kecelakaan bus di jalur Dahab-Nuweiba, Provinsi Sinai Selatan, Mesir, menewaskan sedikitnya 21 orang dan melukai lebih dari 20 lainnya. Insiden terjadi pada Rabu pagi di kawasan pesisir Laut Merah yang dikenal sebagai jalur menuju sejumlah resor wisata. Sebanyak 10 korban tewas dilaporkan merupakan warga Yordania.
Media pemerintah Yordania melaporkan bus tersebut membawa 43 orang, termasuk 22 warga negara Yordania. Kementerian Luar Negeri Yordania mengonfirmasi sejumlah warganya berada di antara korban meninggal dan terluka. Tim Kedutaan Besar Yordania di Kairo dikirim ke Nuweiba untuk memantau kondisi korban dan membantu pemulangan jenazah.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Mesir Hossam Abdel Ghaffar mengatakan 20 ambulans dikerahkan ke lokasi kecelakaan. “Dua puluh ambulans dikerahkan untuk mengevakuasi dan merawat korban luka,” kata Hossam dalam keterangan yang dikutip media internasional. Menteri Kesehatan Mesir Khaled Abdel Ghaffar juga memerintahkan fasilitas medis meningkatkan kesiagaan serta memastikan obat dan perlengkapan tersedia.
Korban luka dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapat penanganan. Laporan awal dari otoritas Mesir dan media internasional menyebut jumlah korban luka berada di atas 20 orang. Pendataan identitas dan kondisi para korban masih dilakukan oleh petugas Mesir dan perwakilan Yordania.
Penyebab kecelakaan belum diumumkan secara resmi. Sejumlah laporan menyebut bus diduga mengalami pecah ban sebelum terbalik, tetapi informasi tersebut masih menunggu konfirmasi penyelidikan. Aparat Mesir masih memeriksa lokasi dan rangkaian kejadian.
Jalur Dahab-Nuweiba berada di pantai timur Semenanjung Sinai dan menghubungkan kawasan wisata dengan pelabuhan Nuweiba. Wilayah tersebut dikenal dengan resor Laut Merah, pantai, terumbu karang, dan aktivitas penyelaman. Kecelakaan ini kembali menyoroti risiko keselamatan lalu lintas di Mesir.
Badan statistik negara Mesir mencatat hampir 6.000 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di seluruh negeri pada tahun lalu. Sebulan sebelumnya, 18 orang tewas dan 30 lainnya terluka dalam kecelakaan di Provinsi Ismailia. Otoritas Mesir dan Yordania masih berkoordinasi untuk memastikan identitas korban serta kondisi para penyintas. (RHU)