JAKARTA, AFU.ID — Sebanyak 573 Pelatih Manajerial Pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menerima pembekalan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI).
Melansir website KKP RI, Minggu (12/7/2026), pembekalan tersebut bertajuk Training of Trainers (ToT) dan microteaching. Pelatihan itu berlangsung serentak pada di Bogor, Bandung, Surabaya, dan Makassar pada 6-10 Juli 2026.
Melalui ToT, KKP RI ingin memastikan para pelatih yang terdiri dari pegawai dan tenaga profesional mempunyai standar kompetensi. Juga metode pembelajaran dan pemahaman yang sama untuk mencetak pengelola KNMP profesional di seluruh tanah air.
“Mereka harus dibekali oleh pelatih yang benar-benar memahami substansi, mampu memfasilitasi pembelajaran, dan menginspirasi peserta agar siap menjalankan tugas di lapangan. Itu karena pengelola KNMP nantinya akan menjadi motor penggerak kawasan pesisir Indonesia,” ungkap Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) KKP RI, I Nyoman Radiarta.
I Nyoman Radiarta menyampaikan, para pelatih memegang peran strategis sebagai mata rantai pertama dalam membangun kapasitas pengelola KNMP. Mereka tak hanya wajib menguasai materi, tetapi juga mampu menciptakan proses pembelajaran yang komunikatif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan di lapangan.
Untuk memastikan kualitas tersebut, BPPSDM KP terlebih dahulu menyempurnakan 28 modul pelatihan. Mereka pun melakukan uji coba bersama para penyusun modul, expert substansi, dan fasilitator.
Selama lima hari pelaksanaan ToT, peserta memperoleh penguatan materi dari berbagai pemangku kepentingan. Meliputi Satuan Tugas (Satgas) Operasional KNMP, Satgas Pembangunan KNMP, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk KP, serta PT Agrinas Jaladri Nusantara.
Pada sesi microteaching, 573 Pelatih Manajerial Pengelola KNMP mendapat pendampingan dari fasilitator dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI. Tujuannya, memperkuat keterampilan mengajar sesuai standar pelatihan profesional yang akan berlangsung pada 17-31 Juli 2026.
Program tersebut merupakan bagian dari komitmen KKP RI untuk memastikan KNMP tak hanya hadir dari sisi infrastruktur, tetapi juga didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten. Dengan pengelola yang andal, kawasan pesisir diharapkan mampu meningkatkan produktivitas usaha, memperkuat ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat nelayan. (ADR)