Indonesia menempati posisi keempat sebagai negara dengan konsumsi batu bara terbesar di dunia pada tahun 2025, dengan total konsumsi mencapai 5,15 exajoule (EJ), menurut laporan dari Energy Institute. Negara ini hanya berada di bawah China, India, dan Amerika Serikat, di mana China mencatatkan konsumsi tertinggi sebesar 92,24 EJ, diikuti India dengan 23,07 EJ, dan Amerika Serikat 8,73 EJ. Meskipun terdapat peningkatan investasi dalam energi terbarukan, batu bara masih berperan signifikan dalam memenuhi kebutuhan energi Indonesia.
aktivitas tambang batu bara milik PT bukit asam tbk di Palembang (dok: antaranews)
JAKARTA, AFU.ID — Indonesia masuk jajaran negara dengan konsumsi batu bara terbesar di dunia sepanjang 2025. Berdasarkan Statistical Review of World Energy 2026 yang diterbitkan Energy Institute, Indonesia berada di posisi keempat dengan konsumsi mencapai 5,15 exajoule (EJ). Data tersebut menunjukkan batu bara masih memiliki peran besar dalam memenuhi kebutuhan energi Indonesia.
Pertumbuhan konsumsi juga terjadi di tengah meningkatnya investasi berbagai negara terhadap sumber energi terbarukan. Dikutip dari VisualCapitalist, Senin (27/7/2026), konsumsi batu bara primer diukur berdasarkan jumlah energi yang digunakan sepanjang 2025. Posisi Indonesia hanya berada di bawah China, India, dan Amerika Serikat. China menjadi negara dengan konsumsi batu bara terbesar, yakni 92,24 EJ.
Angka konsumsi China bahkan lebih dari empat kali lipat dibandingkan India yang berada di peringkat kedua dengan 23,07 EJ. Sementara Amerika Serikat menempati urutan ketiga dengan konsumsi 8,73 EJ. Jika konsumsi China dan India digabungkan, kedua negara tersebut menyumbang sekitar 70 persen dari total penggunaan batu bara dunia.
Besarnya konsumsi China tidak terlepas dari skala kebutuhan listrik, industri manufaktur, dan aktivitas ekonomi negara tersebut. Sementara di India, batu bara masih menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan energi yang terus berkembang.
Indonesia di Posisi Keempat
Indonesia mencatat konsumsi batu bara sebesar 5,15 EJ sepanjang 2025. Angka tersebut menempatkan Indonesia di atas Jepang yang berada di posisi kelima dengan konsumsi 4,36 EJ. Setelah Jepang, Afrika Selatan mencatat konsumsi 3,65 EJ dan Rusia sebesar 3,56 EJ. Korea Selatan kemudian berada di posisi kedelapan dengan 2,86 EJ.
Vietnam menjadi negara Asia Tenggara lainnya yang masuk 10 besar. Negara tersebut mencatat konsumsi batu bara sebesar 2,57 EJ. Konsumsi batu bara juga masih tinggi di sejumlah negara Asia Tenggara lainnya. Malaysia berada di peringkat ke-16 dengan 1,10 EJ, Filipina di posisi ke-17 dengan 0,93 EJ, dan Thailand menempati urutan ke-18 dengan 0,59 EJ. Di Eropa, Jerman tercatat menggunakan 1,49 EJ batu bara sepanjang 2025. Polandia berada satu tingkat di bawahnya dengan konsumsi 1,34 EJ.