JAKARTA, AFU.ID — Situasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, terpantau lengang jelang aksi 27 Agustus. Tak ada aktivitas menonjol dari pihak massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Selasa (25/8/2026) petang.
Sebelumnya, sejumlah massa dari Pati sempat mendirikan posko bantuan di samping gerbang utama DPR. Pantauan AFU.ID tak ada satu pun massa yang berkumpul dan hanya beberapa petugas polisi lalu lintas.
Lalu lintas di Jalan Gatot Subroto arah Slipi juga terpantau ramai lancar tanpa hambatan maupun penutupan jalan. Pagar utama Gedung DPR RI masih dihiasi ornamen kain bernuansa merah putih khas perayaan HUT ke-81 RI.
Dikonfirmasi soal tak ada massa AMPB Pati di depan Gedung DPR, Tim Advokasi AMPB Pati, Vander Waruwu memberikan penjelasan.
"Tidak ada aktivitas hari ini. Karena setelah Mas Botok bersama rekan-rekan menghargai peringatan Maulid Nabi. Tanggal merah memang tidak boleh ada aksi unjuk rasa," kata Vander saat dikonfirmasi Afu.id, Selasa (25/8/2026).
Vander mengatakan, selain menghormati peringatan hari Maulid Nabi, hari libur ini dimanfaatkan massa dari Pati berkonsolidasi. AMPB bersama masyarakat Pati tengah mempersiapkan segala kebutuhan dan mitigasi aksi unjuk rasa yang akan digelar Kamis lusa.
"Teman-teman sedang fokus konsolidasi untuk aksi tanggal 27 nanti. Semuanya kami persiapkan dan mitigasi agar tak ada pihak-pihak yang berniat mengacaukan aksi," ucapnya.
Vander juga menegaskan bahwa tuntutan utama AMPB pada 27 Agustus nanti berfokus untuk pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Ia berharap DPR RI merespons segera pembahasan RUU itu agar segera disahkan menjadi Undang-Undang.
"Untuk skema aksi, kita berharap untuk disahkannya RUU Perampasan Aset, sesuai dengan tuntutan kita atau DPR RI memberikan pernyataan sikap tertulis akan segera mengesahkan RUU (Perampasan Aset) segera mungkin," tutup Vander. (FAP)