AFU.id

Karhutla Kian Mengganas, Hotspot Kalteng Tembus 5.391 Titik

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) semakin parah dengan peningkatan jumlah hotspot mencapai 5.391 titik, setelah bertambah 876 titik dalam sehari, menurut data dari BNPB yang disampaikan oleh Plt Kapusdatin Berton SP Panjaitan. Sementara itu, Kalimantan Selatan mengalami penurunan hotspot sebanyak 279 titik menjadi 1.077 titik, dan Kalimantan Barat juga mencatat tambahan 453 hotspot, meskipun titik api di sana menurun. Di Sumatera, pergerakan hotspot dan titik api bervariasi, dengan Riau dan Sumatera Selatan mencatat perubahan yang berbeda, menunjukkan kondisi yang tidak seragam di berbagai wilayah.

Karhutla Kian Mengganas, Hotspot Kalteng Tembus 5.391 Titik
Petugas berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (ANTARA)

Kalbar Tambah 453 Hotspot

Kalimantan Barat (Kalbar) juga mencatat kenaikan hotspot. BNPB mendata tambahan 453 titik sehingga jumlahnya mencapai 3.824 titik. Meski hotspot bertambah, titik api di Kalbar justru menurun dari 23 menjadi 16 titik. "Di Kalimantan Barat kita lihat di sini bahwa hotspot hari ini memang bertambah lagi, hari kemarin bertambah, hari ini sebanyak 453 titik untuk titik panas, dan untuk titik apinya turun menjadi 16 yang tadinya 23 titik, sekarang turun jadi 16," kata Berton.

Di Sumatera, pergerakan hotspot dan titik api juga tidak seragam. Riau mencatat 264 hotspot, turun satu titik. Namun, titik api bertambah lima menjadi 12 titik. Jarak pandang di wilayah tersebut sekitar 5 kilometer. "Di Riau kami catat terjadi penurunan titik panas sebesar 1, dan peningkatan titik api sebesar 5 menjadi 12 titik api, dan jarak pandang hanya 5 kilometer," ujar Berton.

Di Sumatera Selatan, hotspot turun 215 titik menjadi 804. Namun, titik api bertambah delapan menjadi 18 titik dengan jarak pandang 2,4 kilometer. "Di Sumatera Selatan, titik panas signifikan berkurang menjadi 804 titik sedangkan titik apinya bertambah 8 menjadi 18 titik. Jarak pandang 2,4 kilometer," tuturnya. Sementara di Jambi, hotspot bertambah menjadi 135 titik. Jumlah titik api tetap empat titik, sedangkan jarak pandang sekitar 3,5 kilometer. "Di Jambi titik panas bertambah menjadi 135 titik sedangkan titik api tetap 4 titik dengan cara pandang sekitar 3,5 kilometer," sebut Berton. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi