JAKARTA, AFU.ID — Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Vladivostok, Rusia, Selasa (1/9/2026) malam untuk memenuhi undangan Presiden Rusia Vladimir Putin dan menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11. Kunjungan tersebut berlangsung di tengah rangkaian forum yang digelar pada 1–4 September 2026. Pesawat kepresidenan yang membawa Prabowo dan rombongan lepas landas dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 23.20 WIB.
Dalam lawatan tersebut, Prabowo didampingi sejumlah pejabat, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Menurut Teddy, Prabowo datang ke Rusia atas undangan khusus Putin untuk menjadi tamu kehormatan utama dalam EEF ke-11 yang berlangsung di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok. "Presiden Putin secara khusus mengundang Bapak Presiden Prabowo sebagai tamu kehormatan utama EEF. Ini merupakan cerminan hubungan erat Indonesia dan Rusia yang terus dibangun dan diperkuat melalui diplomasi langsung kedua pemimpin," ujar Teddy.
Kunjungan ini juga menjadi kali kedua Prabowo mendapat kepercayaan sebagai tamu kehormatan dalam forum ekonomi internasional yang diselenggarakan Rusia. Sebelumnya, Prabowo menghadiri St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) pada 2025.
Hari Pertama: Bertolak dari Jakarta
Prabowo berangkat dari Jakarta pada Selasa malam, 1 September 2026. Sebelum keberangkatan, sejumlah pejabat negara melepas Presiden di Lanud Halim Perdanakusuma.
Rombongan yang mendampingi Prabowo akan menjalani perjalanan menuju Vladivostok untuk mengikuti agenda kunjungan kenegaraan dan forum ekonomi tersebut.
Hari Kedua: Hadiri Eastern Economic Forum
Pada 2 September, Prabowo dijadwalkan mengikuti rangkaian kegiatan Eastern Economic Forum di Vladivostok. EEF merupakan forum ekonomi internasional yang menjadi tempat pertemuan para pemimpin negara, pejabat pemerintah, pelaku usaha dan investor untuk membahas perkembangan ekonomi serta kerja sama di kawasan Timur Jauh Rusia dan Asia-Pasifik.
Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan atas undangan langsung Putin.
Hari Ketiga: Bahas Kerja Sama dengan Putin
Salah satu agenda penting kunjungan Prabowo adalah memanfaatkan pertemuan dengan Presiden Putin untuk memperkuat kerja sama bilateral Indonesia-Rusia. Menurut Teddy, pembahasan akan diarahkan pada kerja sama yang lebih konkret dan saling menguntungkan, terutama di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, energi dan sejumlah sektor strategis lainnya.
Pertemuan kedua pemimpin juga menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat hubungan dengan Rusia di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global. Rusia menempatkan Indonesia sebagai salah satu mitra penting dan strategis di kawasan Asia-Pasifik. Indonesia juga dipandang memiliki posisi penting sebagai anggota ASEAN, representasi negara-negara Global South dan salah satu negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.
Hari Keempat: Penutup Lawatan
Rangkaian EEF berlangsung hingga 4 September 2026. Setelah menyelesaikan agenda di Vladivostok, Prabowo dijadwalkan mengakhiri rangkaian kunjungannya di Rusia dan kembali ke Indonesia.
Pemerintah menegaskan kunjungan tersebut merupakan bagian dari politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. "Politik luar negeri Indonesia tetap bebas aktif. Bapak Presiden Prabowo membangun hubungan baik dengan semua negara, memperluas persahabatan, sekaligus memastikan diplomasi Indonesia menghasilkan manfaat konkret bagi kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat," kata Teddy. (EER)