JAKARTA, AFU.ID - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan surat edaran resmi yang menginstruksikan seluruh jajaran persyarikatan dan takmir masjid di bawah naungannya untuk menghimpun infak Salat Jumat. Penggalangan dana secara nasional ini ditujukan untuk membantu penanganan bencana serta aksi kemanusiaan bagi korban gempa bumi yang menerjang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Instruksi tersebut ditujukan secara menyeluruh kepada pimpinan Muhammadiyah di semua tingkatan, pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), hingga para pengurus atau takmir masjid Persyarikatan. "PP Muhammadiyah mengimbau agar seluruh infak yang terhimpun pada pelaksanaan Salat Jumat, 21 Agustus 2026, dikhususkan bagi bantuan kemanusiaan warga terdampak gempa di Flores," demikian dikutip dari surat edaran yang dirilis Kamis (20/8/2026).
Guna memastikan pengelolaan bantuan berjalan efektif dan transparan, PP Muhammadiyah menegaskan bahwa proses penghimpunan serta penyaluran dana wajib dilakukan secara terkoordinasi melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) serta Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) di masing-masing tingkatan.
Langkah terpadu ini diambil untuk memperkuat prinsip kesatuan aksi kemanusiaan persyarikatan yang mengusung semangat One Muhammadiyah One Response (OMOR). Melalui skema satu pintu ini, seluruh bantuan finansial maupun logistik yang dikumpulkan dari jemaah masjid dan pimpinan unit dapat disalurkan secara tepat sasaran sesuai kebutuhan mendesak para korban di lapangan.
Selain instruksi penggalangan, PP Muhammadiyah juga mewajibkan setiap pimpinan dan unit kerja yang menggalang dana untuk menyusun laporan rekapitulasi secara akuntabel. Laporan hasil penggalangan dana infak tersebut selanjutnya diserahkan secara berjenjang kepada pimpinan Muhammadiyah setingkat di atasnya sebagai bentuk transparansi publik dan pertanggungjawaban organisasi. (MAR)