JAKARTA, AFU.ID – Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD meminta Presiden Prabowo Subianto mengungkap pihak yang diduga membiayai demonstrasi apabila memang mengetahui informasi tersebut. Mahfud menilai tudingan adanya demonstran bayaran harus disertai penyebutan pihak yang membayar, pihak yang menerima uang, serta bukti yang dapat diuji publik.
“Mestinya ya Pak Prabowo ungkapkan aja siapa sih yang dibayar, siapa yang membayar,” kata Mahfud di UC UGM, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis.
Mahfud mengatakan kritik mahasiswa dan masyarakat terhadap pemerintah biasanya disampaikan dengan menyebut kebijakan, persoalan, serta institusi yang dipersoalkan. Karena itu, menurut dia, tudingan bahwa demonstrasi digerakkan dengan bayaran tidak cukup disampaikan secara umum tanpa membuka fakta yang mendasarinya.
Pernyataan Mahfud menanggapi pidato Prabowo saat menghadiri Puncak Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu. Prabowo mengaku mengetahui pihak yang membayar demonstrasi dan menyebut ada peserta aksi yang menerima Rp200 ribu untuk turun ke jalan.
Presiden tidak merinci nama pihak yang diduga membiayai demonstrasi, lokasi aksi yang dimaksud, maupun bukti atas klaim tersebut.
Mahfud juga menyinggung pengakuan mahasiswa Universitas Bung Karno yang menerima uang terkait rencana pemindahan titik demonstrasi. Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam aksi yang didorong imbalan merupakan hal yang patut disayangkan.
Namun, Mahfud menilai kelompok mahasiswa yang terlibat dalam praktik semacam itu tidak mewakili arus utama gerakan mahasiswa. Ia meminta mahasiswa tidak mudah dipecah oleh kepentingan tertentu dan tetap menyampaikan kritik secara objektif terhadap kebijakan pemerintah. (RHU)