JAKARTA, AFU.ID – Pemerintah mengeklaim telah menyelesaikan lebih dari 110 masalah strategis selama 18 bulan masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Prabowo menyampaikan angka tersebut dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026). Namun, ia tidak memerinci seluruh masalah yang diklaim telah diselesaikan. Prabowo menyebut capaian itu sebagai hasil kerja kolektif Kabinet Merah Putih dalam menghadapi persoalan ekonomi.
Ia meminta para menteri mengakui hasil kerja pemerintah tanpa bersikap berlebihan. “Mungkin hitungan kita terakhir lebih dari 108 masalah, 110 masalah yang kita selesaikan dalam 18 bulan pemerintahan kita,” kata Prabowo. Sidang kabinet tersebut digelar menjelang penyampaian laporan kinerja pemerintah pada peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2026.
Prabowo mengatakan presiden secara tradisional menyampaikan pekerjaan pemerintah kepada masyarakat menjelang peringatan kemerdekaan. Rapat pertengahan tahun itu juga digunakan untuk mengevaluasi kinerja kementerian dan lembaga. Salah satu program yang dipaparkan Prabowo ialah konsolidasi badan usaha milik negara melalui Danantara.
Pemerintah menargetkan jumlah BUMN berkurang dari 1.077 menjadi maksimal 350 entitas pada 31 Desember 2026. Sekitar 700 perusahaan akan ditutup, digabung, atau dikonsolidasikan untuk mencapai target tersebut. Prabowo mengatakan target itu berasal dari laporan Danantara kepada dirinya. Pemerintah belum memerinci daftar perusahaan yang akan ditutup maupun digabungkan.
“Berarti pada akhir 2026, sebanyak 700 BUMN akan kita tutup, kita merger, kita konsolidasi,” ujarnya. Menurut laporan yang diterima Prabowo, penutupan 250 BUMN telah mengurangi biaya rutin sebesar Rp50 triliun. Penghematan tersebut berasal dari pemangkasan biaya direksi, komisaris, sewa gedung, listrik, transportasi, dan rapat kerja. Pemerintah belum memaparkan perhitungan terperinci untuk angka penghematan itu.
Prabowo memperkirakan penghematan dapat mencapai Rp70 triliun hingga Rp80 triliun apabila konsolidasi berjalan sesuai target. Nilai tersebut masih berupa proyeksi hingga proses penutupan dan penggabungan perusahaan selesai. Pemerintah juga belum menjelaskan penggunaan anggaran yang diklaim berhasil dihemat.
Prabowo mengingatkan kabinet bahwa pemerintah masih menghadapi lebih banyak persoalan dibandingkan capaian yang telah diraih. Ia meminta kementerian dan lembaga melanjutkan pekerjaan dengan berpegang pada ekonomi Pancasila dan konstitusi. “Masalahnya masih lebih banyak, cita-cita kita lebih besar, pekerjaan kita masih banyak,” tuturnya. (FAD)