AFU.id

Profil Tiga Polwan Kandidat Penerima Hoegeng Awards 2026

Bagikan:

Penulis: Erik Erfinanto

Ringkasan Berita

Tiga polisi wanita, yaitu AKP Siti Elminawati, Ipda Kadek Sumerta, dan AKBP Ema Rahmawati, dinyatakan sebagai kandidat penerima Hoegeng Awards 2026 dalam kategori Polisi Pelindung Perempuan, Anak, dan Kelompok Rentan. Ketiga kandidat memiliki rekam jejak yang signifikan dalam perlindungan perempuan dan anak, dengan Siti menangani kasus pemerkosaan dan perdagangan orang, Kadek membina penyandang disabilitas, serta Ema berkomitmen dalam penanganan perkara terkait perempuan dan anak di Bareskrim Polri. Pengumuman penerima penghargaan akan dilakukan pada malam puncak Hoegeng Awards 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 31 Juli 2026.

Profil Tiga Polwan Kandidat Penerima Hoegeng Awards 2026
Tiga profil polwan kandidat penerima penghargaan Hoegeng Awards 2026. (Foto Afuid)

Kandidat berikutnya, Ipda Kadek Sumerta, dikenal melalui kiprahnya membina Yayasan Bhakti Senang Hati di Gianyar, Bali. Yayasan tersebut menaungi lebih dari 100 penyandang disabilitas. Program pembinaan itu dimulai pada 2017 ketika Sumerta masih bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Siangan, Gianyar. Ia mengajarkan baca tulis, bahasa Inggris, serta memberikan pendampingan agar para penyandang disabilitas dapat hidup lebih mandiri.

Kegiatan tersebut tetap dilanjutkan meski Sumerta kini menjabat sebagai Panit Reskrim Polsek Blahbatuh, Polres Gianyar. Saat ini, terdapat sekitar 130 anak yang dibina di Yayasan Bhakti Senang Hati, dengan 20 orang tinggal di yayasan dan sisanya menetap bersama keluarga masing-masing. Sumerta mengatakan keterlibatannya berawal dari rasa prihatin terhadap kondisi penyandang disabilitas yang dinilai kerap terabaikan. Ia ingin keberadaannya sebagai anggota Polri dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah tugasnya.

Sementara itu, AKBP Ema Rahmawati merupakan Kasubbag Binops Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pidana Perdagangan Orang (PPO) Bareskrim Polri. Ema dikenal memiliki komitmen dalam penanganan perkara yang melibatkan perempuan dan anak. Ia menerapkan pendekatan jemput bola serta aktif membangun komunikasi dengan masyarakat dan kelompok pendamping korban.

Selain menangani berbagai perkara, Ema juga terlibat dalam proses pembentukan Direktorat PPA-PPO di sejumlah kepolisian daerah. Ema mengaku telah berkecimpung dalam bidang perlindungan perempuan dan anak di Bareskrim Polri sejak 2010. Namun, ia mulai fokus menangani bidang tersebut pada 2016. “Saya juga merintis terbentuknya Direktorat PPA di Mabes Polri maupun di polres. Sekarang ada 11 Polda dan 22 Satres PPA-PPO yang ada di Polres,” kata Ema.

Penerima penghargaan kategori Polisi Pelindung Perempuan, Anak dan Kelompok Rentan dipilih oleh Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026. Dewan tersebut terdiri atas Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Qotrunnada Wahid, Wakil Ketua Komnas HAM Putu Elvina, mantan Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Mas Achmad Santosa, anggota Kompolnas Gufron Mabruri, serta Ketua Komisi III DPR Habiburokhman. Penerima penghargaan akan diumumkan bersama para polisi teladan lainnya dalam malam puncak Hoegeng Awards 2026. (EER)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi