JAKARTA, AFU.ID — Sebanyak 12.261 personel keamanan gabungan diterjunkan untuk mengamankan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di 154 desa se-Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang digelar Minggu (20/9/2026). Personel gabungan tersebut terdiri atas kepolisian, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Linmas, dan Babinsa. Mereka mulai digeser ke sejumlah titik pengamanan melalui apel pergeseran pasukan Operasi Wibawa Mukti Jaya 2026 pada Sabtu (19/9/2026).
Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Polisi Andi Oddang Riuh Hutomo mengatakan seluruh personel ditargetkan telah berada di lokasi pengamanan sebelum pemungutan suara dimulai. "Mereka ditargetkan sudah menempati titik pengamanan masing-masing sebelum proses pencoblosan dimulai," kata Andi setelah apel pergeseran pasukan di Central Park Meikarta, Bekasi.
Berdasarkan pemetaan intelijen, terdapat 3.107 TPS yang masuk kategori aman dan 112 TPS berkategori rawan. Sementara sembilan TPS lainnya ditetapkan sebagai titik sangat rawan. Sembilan TPS tersebut berada di Kecamatan Tambun Selatan sebanyak tiga titik dan Kecamatan Cikarang Utara sebanyak enam titik. Penetapan kategori kerawanan mempertimbangkan hasil pemetaan intelijen, pengalaman pemilihan sebelumnya, potensi gesekan, serta kedekatan lokasi TPS dengan pasangan calon tertentu.
Polisi menyebut kondisi kerawanan tersebut masih dapat berubah mengikuti perkembangan situasi di lapangan. Untuk TPS yang masuk kategori rawan, polisi menempatkan 10 personel kepolisian dan delapan anggota Linmas di setiap TPS. Sementara TPS yang dinilai aman dijaga lima anggota kepolisian dan delapan anggota Linmas untuk setiap empat TPS.
Selain pengamanan di lokasi pemungutan suara, personel juga diminta melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat. Mereka turut mengantisipasi proses pergeseran dan distribusi kotak suara menuju TPS. Hingga satu hari sebelum pemungutan suara, kondisi Kabupaten Bekasi disebut masih relatif kondusif. Namun, polisi mencatat adanya dinamika terkait ketidakpuasan sejumlah bakal calon atau pihak tertentu yang tidak lolos dalam tahapan seleksi.
Andi mengingatkan potensi gangguan tidak hanya muncul saat pencoblosan, tetapi juga setelah pemungutan suara, terutama ketika penghitungan suara dan saat terdapat calon atau simpatisan yang tidak menerima hasil pemilihan. "Kemarin kita sudah deklarasi bersama, harapan saya ini dapat dipatuhi dan dilaksanakan oleh masing-masing pasangan calon berikut para simpatisan," ujarnya. Polisi menyatakan pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan Pilkades Serentak 2026 di 154 desa Kabupaten Bekasi berlangsung sesuai jadwal dan tetap terkendali. (FAD)