JAKARTA, AFU.ID — Sebuah mobil Isuzu Panther Touring warna putih tertabrak KA Bukit Serelo hingga menyebabkan empat orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami kondisi kritis, Kamis (27/8/26) sore. Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.08 WIB saat kendaraan melintasi jalur sebidang, di kilometer 325 ruas jalan antara Prabumulih–Lembak, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.
Lokasi kecelakaan merupakan perlintasan resmi, namun tidak dilengkapi palang pintu. Manager Humas KAI Divre III Palembang Aida Suryanti mengatakan, rambu peringatan sebenarnya telah tersedia di titik tersebut. “Perlintasan lokasi kecelakaan ini memang perlintasan resmi tidak dijaga,” ujar Aida.
KAI menyebut masinis telah membunyikan Semboyan 35 atau klakson lokomotif sebelum kereta mendekati perlintasan. Peringatan biasanya diberikan ketika kereta berada dalam jarak pandang sekitar 600 meter hingga satu kilometer, tergantung kondisi lintasan. Ketika kendaraan terlihat berada di jalur rel, masinis juga melakukan pengereman untuk mengurangi dampak benturan.
“Masinis selalu membunyikan Semboyan 35 ketika akan mendekati perlintasan dengan jarak pandang antara 600 meter hingga 1 km tergantung kondisi lintas,” kata Aida. Menurut dia, pengereman juga dilakukan untuk menekan risiko kereta anjlok ketika benturan tidak lagi dapat dihindari. KAI menyatakan prosedur tersebut telah dijalankan masinis dalam kecelakaan di Prabumulih.
Perjalanan kereta sempat terlambat sekitar 30 menit setelah kejadian. KAI melakukan pemeriksaan terhadap rangkaian kereta serta kondisi sarana dan prasarana sebelum perjalanan kembali dilanjutkan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada kerusakan yang dapat membahayakan perjalanan berikutnya.
Kecelakaan tersebut turut menyoroti kondisi perlintasan sebidang di wilayah kerja KAI Divre III Palembang. Dari 123 perlintasan yang tercatat, sebanyak 81 belum memiliki penjaga, sementara 25 dijaga KAI, sembilan oleh Dinas Perhubungan, lima pihak swasta, dan tiga melalui swadaya masyarakat. KAI juga mencatat terdapat 44 perlintasan liar yang dinilai memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.
Usai kecelakaan, KAI menyatakan akan menambah penjagaan resmi di lokasi kejadian. Pembangunan gardu penjaga perlintasan di titik tersebut saat ini masih dalam proses sebagai bagian dari peningkatan keselamatan. KAI juga meminta pengguna jalan berhenti, memperhatikan kondisi jalur, dan tidak menerobos ketika tanda kedatangan kereta telah terdengar. (RHU)