JAKARTA, AFU.ID — Kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas di Kabupaten Lampung Timur, Lampung, terbakar sejak Jumat siang. Tim gabungan yang terdiri atas petugas Balai Taman Nasional Way Kambas, TNI, Polri, dan relawan masih berupaya memadamkan api hingga Sabtu. Petugas belum dapat memastikan luas kawasan yang terdampak.
Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas MHD Zaidi membenarkan kebakaran tersebut. Ia mengatakan proses pemadaman masih menghadapi sejumlah kendala, terutama medan yang sulit dijangkau kendaraan. “Benar, terjadi kebakaran sejak kemarin siang. Saat ini tim gabungan, baik dari balai maupun yang dibantu TNI-Polri serta relawan, masih melakukan upaya pemadaman,” kata Zaidi, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Zaidi, lokasi dan luas area yang terbakar masih dalam tahap pendataan. Petugas terus melakukan penanganan di lapangan untuk mengendalikan penyebaran api sekaligus memastikan kondisi kawasan terdampak. Akses menuju titik kebakaran menjadi salah satu hambatan utama. Sebagian wilayah hutan sulit dilalui kendaraan pemadam sehingga petugas harus menyesuaikan strategi penanganan dengan kondisi medan.
Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas menjadi perhatian karena kawasan tersebut merupakan salah satu wilayah konservasi penting di Indonesia. Taman nasional yang berada di Lampung Timur itu dikenal sebagai habitat berbagai satwa liar dilindungi, termasuk gajah Sumatera yang menjadi salah satu ikon konservasi kawasan tersebut.
Kondisi hutan yang mengering akibat musim kemarau juga meningkatkan potensi penyebaran api. Vegetasi kering dapat menjadi bahan bakar alami yang mempercepat meluasnya kebakaran apabila tidak segera dikendalikan. Tim gabungan kini berupaya memadamkan api sekaligus mencegah kebakaran menjalar ke kawasan yang lebih luas. Petugas juga melakukan pemantauan terhadap kondisi habitat dan pergerakan satwa liar di sekitar lokasi terdampak.
Peristiwa ini terjadi ketika sejumlah wilayah Indonesia menghadapi peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan akibat cuaca kering. Pemerintah sebelumnya telah meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla di sejumlah daerah, terutama menjelang puncak musim kemarau pada Agustus hingga September.
Selain mengancam ekosistem, kebakaran kawasan konservasi berpotensi mengganggu habitat satwa liar. Petugas perlu memastikan satwa di dalam kawasan tetap aman, terutama apabila api mendekati wilayah jelajah hewan dilindungi. Hingga kini, proses pemadaman di Taman Nasional Way Kambas masih berlangsung. Balai Taman Nasional Way Kambas bersama unsur terkait terus mengendalikan api sambil menunggu hasil pendataan mengenai luas kawasan terdampak dan penyebab pasti kebakaran. (RHU)