JAKARTA, AFU.ID — Badan Gizi Nasional (BGN) akan memindahkan kantor pusatnya ke Gedung Graha Merah Putih di kawasan The Telkom Hub, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Pemerintah menyebut pemindahan tersebut merupakan bagian dari optimalisasi aset dan biaya sewanya akan mengikuti harga pasar. Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, memastikan transaksi penyewaan gedung tersebut dilakukan secara normal dan tidak merugikan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk sebagai pemilik aset.
"Semua transaksi itu tentu harus berdasarkan harga pasar. Karena Telkom itu adalah perusahaan terbuka. Tidak mungkin dilakukan sesuatu yang merugikan Telkom," kata Dony, Jumat (11/9/2026). Ia melanjutkan,Telkom telah melakukan kajian internal sebelum memutuskan menyewakan Graha Merah Putih kepada BGN. Menurut dia, gedung yang tidak digunakan secara optimal lebih baik dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan daripada tetap menanggung biaya pemeliharaan dan pajak.
"Kalau misalkan saya punya gedung tidak efektif, ya daripada tidak efektif, maintenance-nya, PBB-nya, dan sebagainya tentu akan kita optimalkan," ujarnya. Namun, hingga kini belum ada angka resmi mengenai berapa nilai sewa yang dibayarkan BGN kepada Telkom. Lantas, berapa kira-kira nilai sewanya jika mengacu pada harga pasar perkantoran di kawasan Gatot Subroto?
Data pasar menunjukkan harga sewa gedung perkantoran di kawasan tersebut cukup beragam, tergantung kelas gedung, kondisi bangunan, luas yang disewa, fasilitas, hingga skema negosiasi. Colliers pada 2026 mencatat salah satu gedung di Jalan Gatot Subroto, yakni Telkom Landmark Tower yang masih berada dalam kompleks The Telkom Hub, ditawarkan dengan harga dasar Rp350.000 per meter persegi per bulan. Jika ditambah service charge Rp84.000 per meter persegi per bulan, biaya kotornya mencapai Rp434.000 per meter persegi per bulan. Data tersebut diperbarui pada Juli 2026.
Sementara itu, sejumlah penawaran kantor lain di koridor Gatot Subroto berada di kisaran yang lebih rendah. Sebuah ruang kantor di Menara Global, misalnya, ditawarkan dengan harga dasar Rp175.000 per meter persegi per bulan dan service charge Rp70.000 per meter persegi per bulan. Kantor di Menara Bidakara 1 ditawarkan sekitar Rp175.000-Rp185.000 per meter persegi per bulan, dengan service charge sekitar Rp82.000-Rp90.000 per meter persegi per bulan.
Untuk gambaran yang lebih luas, Colliers mencatat pada kuartal I 2026 rata-rata harga asking rent gedung Grade A di kawasan CBD Jakarta sekitar Rp231.000 per meter persegi per bulan. Sementara CBRE mencatat rata-rata sewa kantor di CBD Jakarta pada kuartal I 2026 sekitar Rp171.600 per meter persegi per bulan. Graha Merah Putih sendiri merupakan gedung 16 lantai dengan ketinggian sekitar 74,5 meter dan berada di kompleks The Telkom Hub.
Karena luas ruang yang secara resmi akan disewa BGN belum diumumkan, nilai transaksi tidak bisa dihitung secara pasti. Namun, dengan menggunakan kisaran harga pasar sekitar Rp175.000-Rp250.000 per meter persegi per bulan sebagai asumsi konservatif untuk gedung kantor di koridor Gatot Subroto, nilai sewanya dapat diperkirakan dari luas ruang yang benar-benar disewa. Sebagai ilustrasi, bila luas efektif yang disewa sekitar 15.000 meter persegi, nilai sewa dasarnya berada di kisaran Rp2,63 miliar-Rp3,75 miliar per bulan atau sekitar Rp31,5 miliar-Rp45 miliar per tahun.
Bila luas yang digunakan mencapai 20.000 meter persegi, nilainya menjadi sekitar Rp3,5 miliar-Rp5 miliar per bulan atau Rp42 miliar-Rp60 miliar per tahun. Sementara bila seluruh ruang efektif yang digunakan mendekati 25.000 meter persegi, nilai sewa dasarnya sekitar Rp4,38 miliar-Rp6,25 miliar per bulan atau Rp52,5 miliar-Rp75 miliar per tahun.
Angka tersebut masih berupa estimasi berdasarkan harga pasar, bukan nilai kontrak BGN-Telkom. Biaya service charge, listrik, parkir, pajak, renovasi interior, serta bentuk fasilitas yang masuk dalam kontrak juga dapat membuat nilai pembayaran akhir berbeda cukup jauh. Dengan kata lain, bila BGN memang menyewa sebagian besar ruang Graha Merah Putih, nilai sewanya secara kasar berpotensi berada pada puluhan miliar rupiah per tahun. Kepastian nilainya baru dapat diketahui setelah luas ruang yang disewa dan nilai kontrak resmi antara BGN dan Telkom diumumkan.
Pemindahan kantor tersebut sendiri masih menunggu relokasi karyawan Telkom. Kepala BGN Sudaryono mengatakan karyawan yang selama ini menempati Graha Merah Putih akan dipindahkan ke gedung Telkom yang berada di belakangnya. "Insyaa Allah dalam satu-dua bulan ini kami akan pindah kantor ke Graha Merah Putih," kata Sudaryono dalam siaran TV Parlemen. (EER)