Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Bentrok dengan TNI di Kebun Sawit, Lima Warga Suku Anak Dalam Serahkan Diri
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Lima warga Suku Anak Dalam (SAD) menyerahkan diri ke Polres Sarolangun setelah terlibat kericuhan dengan anggota TNI di kebun sawit PT Sari Aditya Loka (SAL) di Jambi, yang dipicu oleh dugaan pencurian tandan buah segar. Kericuhan terjadi saat TNI merekam aktivitas warga, yang berujung pada aksi pengeroyokan terhadap personel TNI dan menyebabkan beberapa luka. Kapolres Sarolangun menyatakan bahwa penyidikan akan dilakukan berdasarkan fakta dan bukti yang ada, sambil menjaga situasi di kawasan tersebut agar tetap aman.
Sejumlah warga Suku Anak Dalam (SAD) membabi buta melakukan tindak kekerasan kepada beberapa personel TNI di sekitar areal perkebunan PT Sari Aditya Loka, Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, Jumat (28/8). (Dok. Istimewa)
JAKARTA, AFU.ID — Lima warga Suku Anak Dalam (SAD) menyerahkan diri ke Kepolisian Resor (Polres) Sarolangun setelah kericuhan dengan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) terjadi di kawasan perkebunan PT Sari Aditya Loka (SAL), Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Sarolangun, Jambi. Kelima warga berinisial R, D, W, Rn, dan J itu terlibat dalam pengeroyokan terhadap personel TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) 896/Serumpun Pseko. Kelimanya tiba di Markas Polres Sarolangun pada, Minggu, (30/8/2026) sekitar pukul 17.20 WIB.
Kericuhan tersebut terjadi pada Jumat sekitar pukul 11.30 WIB di area inti satu PT SAL. Peristiwa bermula ketika petugas keamanan perusahaan melaporkan adanya kelompok SAD yang diduga mengambil tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, sehingga personel Yonif 896/Serumpun Pseko yang diperbantukan untuk pengamanan datang ke lokasi. Saat kejadian berlangsung, sejumlah personel TNI merekam aktivitas warga SAD dan situasi kemudian memanas ketika warga disebut berusaha merebut telepon seluler milik anggota.
Ketegangan tersebut menjadi aksi kekerasan setelah terjadi cekcok antara kedua pihak. Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah warga SAD mengejar dan mengeroyok personel TNI, bahkan terdapat warga yang membawa senjata tajam dan benda tumpul. Komandan Komando Distrik Militer (Danrem) 042/Garuda Putih (Gapu), Brigadir Jenderal Tentara Nasional Indonesia (Brigjen TNI) Nyamin, mengatakan salah satu anggota mengalami luka memar dalam kejadian tersebut.
Di tengah proses penanganan perkara, lima warga SAD memilih mendatangi Polres Sarolangun untuk menyerahkan diri. Sekitar 15 warga SAD turut mengantar kelima orang tersebut ke Mapolres Sarolangun, sementara polisi juga menerima informasi dua warga lain berinisial B dan N berencana mengikuti langkah serupa. Kapolres Sarolangun Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Wendi Oktariansyah menegaskan, penyidikan akan dilakukan berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan.
Polisi tidak hanya memeriksa warga yang telah menyerahkan diri, tetapi juga meminta keterangan dari sejumlah saksi dari pihak TNI Angkatan Darat (TNI AD) Yonif 896/Serumpun Pseko. Penanganan perkara dilakukan sambil menjaga situasi di kawasan perkebunan agar tidak kembali memanas. Kericuhan terbaru ini bukan pertama kalinya terjadi di kawasan PT SAL karena gesekan antara warga SAD dan pihak perusahaan telah berlangsung sebelumnya. Pada April 2026, perselisihan terkait rekrutmen karyawan juga sempat memicu bentrokan yang menyebabkan korban luka di kedua pihak. (RAI)