Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Daftar Jalan dan Tol yang Berpotensi Macet Imbas Demo Buruh Hari Ini, Tol Dalam Kota dan Jakarta-Tangerang Mulai Padat
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Aksi buruh yang diadakan pada Kamis, 24 September 2026, diperkirakan menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan dan tol di Jakarta, dengan Polda Metro Jaya menyiapkan 1.550 personel untuk mengatur lalu lintas. Kepadatan diprediksi terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, MH Thamrin, dan kawasan Monas, serta di Tol Dalam Kota dan Jakarta-Tangerang yang mulai padat, di mana contraflow diterapkan untuk mengurangi kemacetan. Sekitar 50 ribu buruh dari Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) akan berkonvoi dari Semanggi menuju Menara UOB untuk menyuarakan tuntutan terkait RUU Perlindungan Ketenagakerjaan, dan masyarakat diimbau untuk menggunakan jalur alternatif agar perjalanan tetap lancar.
Situasi lalu lintas di Jalan Gatot Subroto dan Gerbang Tol Semanggi yang mengarah ke timur pada sore hari, Kamis (19/2/2026). (Foto: Antara)
JAKARTA, AFU.ID — Sejumlah ruas jalan Jakarta diprediksi macet imbas aksi buruh yang digelar Kamis (24/9/2026). Polda Metro Jaya menyiapkan 1.550 personel Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) untuk mengatur arus kendaraan di sejumlah titik, termasuk Semanggi, Sudirman, kawasan UOB, Senayan, Gedung DPR/MPR RI, Bundaran Patung Kuda, dan Monas. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional jika volume kendaraan meningkat atau terdapat penutupan ruas jalan akibat kegiatan.
Kepadatan berpotensi terjadi di Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin, Jalan Gatot Subroto sekitar Gedung DPR/MPR RI, dan kawasan Monas. Pada Kamis pagi, sejumlah ruas tol menuju Jakarta juga mulai dipadati kendaraan, salah satunya Tol Dalam Kota dan Tol Jakarta-Tangerang. Jasa Marga turut memberlakukan contraflow di beberapa titik untuk membantu mengurai kepadatan arus kendaraan.
Di Tol Dalam Kota, contraflow diberlakukan dari arah Halim menuju Senayan mulai GT Halim 3 KM 01+300 hingga Senayan KM 08+100. Kepadatan terpantau dari Cawang KM 00 hingga Tebet KM 02, dan Kuningan KM 06 sampai keluar Semanggi KM 07+800, ruas Cengkareng-Pluit-Tomang-Cawang masih terpantau lancar. Di Tol Jakarta-Tangerang, contraflow diberlakukan dari arah Kebon Jeruk di lajur kanan mulai setelah Underpass Tomang KM 00 hingga Kebon Jeruk KM 03+400, dengan kepadatan juga terjadi di sejumlah titik menuju Tomang.
Aksi tersebut diikuti sekitar 50 ribu buruh yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI). Massa dijadwalkan bergerak dari kawasan Semanggi dengan konvoi sepeda motor menuju depan Menara UOB di Jalan MH Thamrin untuk mengawal aspirasi terkait RUU Perlindungan Ketenagakerjaan. Sejumlah tuntutan yang dibawa mencakup kepastian kerja, pengupahan, outsourcing, pekerja platform, pesangon, perlindungan buruh perempuan, dan peningkatan keterampilan pekerja.
"Jadi jam 09.00 WIB pagi itu, ada pimpinan buruh yang memimpin aksi massa langsung, dan ada juga yang mengirimkan petisi, surat pada Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto," ujar Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Firman Darmansyah mengatakan pengalihan arus akan dilakukan sesuai kondisi di lapangan. Polisi mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di sekitar lokasi aksi untuk mempertimbangkan jalur alternatif agar terhindar dari kepadatan. “Alih arus akan diterapkan apabila diperlukan berdasarkan kondisi di lapangan,” kata Firman.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto meminta masyarakat menyesuaikan waktu perjalanan, memantau informasi lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas selama aksi berlangsung. Pengendara juga diminta berhati-hati saat melintasi ruas tol yang menerapkan contraflow dan tertib mengikuti antrean kendaraan. “Kami mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di sekitar lokasi kegiatan untuk mempertimbangkan jalur alternatif agar perjalanan tetap nyaman dan lancar,” ujar Budi. (RAI)