AFU.id

Abah Setu Digeruduk Warga di Bekasi Usai Video Diduga Hina Nabi Muhammad

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Warga di Desa Telajung, Cikarang Barat, Bekasi menggeruduk kediaman Asep Setiawan alias Abah Setu, pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam, setelah beredar video yang diduga menghina Nabi Muhammad SAW. Dalam video tersebut, Abah Setu menyebutkan alasan terkait pernyataannya dan meminta pengikutnya untuk tidak mengikuti kegiatan di majelisnya, yang memicu reaksi massa untuk meminta klarifikasi. Polisi turun tangan untuk mencegah gesekan dan mengimbau warga agar tidak bertindak sendiri, sementara Abah Setu mengklaim video tersebut telah diedit dan berencana memberikan klarifikasi lebih lanjut.

Abah Setu Digeruduk Warga di Bekasi Usai Video Diduga Hina Nabi Muhammad
Abah Setu digeruduk warga di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi usai diduga hina Nabi Muhammad SAW. (dok. Istimewa)

Abah Setu Klaim Video Diedit dengan AI

Setelah massa membubarkan diri, polisi meminta keterangan Abah Setu terkait video yang menjadi pemicu kedatangan warga. Pemeriksaan terhadap pimpinan majelis itu dilakukan pada Selasa (8/9/2026). Kasie Humas Polres Metro Bekasi AKP Aliyani mengatakan Abah Setu menyebut video yang beredar bukan rekaman utuh. Ia menduga rekaman tersebut telah dipotong dan sebagian isinya diubah menggunakan teknologi AI.

"Yang bersangkutan menyatakan video tersebut merupakan potongan rekaman dan menduga sebagian telah diubah menggunakan AI," kata Aliyani. Abah Setu juga disebut bersedia memberikan klarifikasi dalam mediasi yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (10/9/2026) di Polres Metro Bekasi.

Polisi meminta masyarakat tidak mengambil tindakan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi. Penanganan perkara juga masih berjalan untuk memastikan konteks dan isi video yang beredar. "Kami memahami keresahan masyarakat dan mengimbau semua pihak menjaga ketenangan, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari tindakan yang dapat memicu konflik," pungkas Aliyani. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi