Puluhan Gajah Terancam Asap
Petugas memantau pergerakan api sekaligus memprioritaskan perlindungan habitat gajah agar tidak ikut terbakar. Selain gajah liar, sebanyak 29 ekor gajah binaan di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 juga berada dalam area terdampak asap. Salah satunya Rohmah, bayi gajah yang baru lahir dari indukan bernama Ronika. Daniwari mengatakan kondisi gajah binaan masih aman dan ketersediaan pakan terjaga.
Namun, paparan asap tetap menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi kesehatan satwa. “Pantauan kami masih aman, pakan masih tersedia. Tapi asap menjadi perhatian karena akan mempengaruhi kesehatan gajah,” ujarnya. Petugas terus menjaga area yang menjadi tempat gajah bermain dan mencari makan agar tidak tersentuh api.
“Kami terus jaga tempat gajah bermain dan cari makan agar tidak turut terbakar karena sangat berbahaya jika lokasi itu terbakar,” kata Daniwari. Kematian satwa akibat karhutla tidak hanya ditemukan pada trenggiling. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatra Ferdian Krisnanto mengatakan tim pemadam juga menemukan bangkai sejumlah hewan liar selama operasi berlangsung.
Satwa yang ditemukan antara lain ular, burung, labi-labi, dan musang. Hewan-hewan tersebut diduga tidak sempat menyelamatkan diri ketika api mengepung habitatnya. “Kemarin itu ada ular sanca sepanjang lima meter lebih kita temukan mati, banyak yang kita jumpai,” kata Ferdian. Pemadaman di SM Padang Sugihan menghadapi kendala karena karakteristik lahan yang didominasi gambut dan vegetasi semak belukar.
Api juga membutuhkan proses pendinginan cukup lama agar tidak kembali menyala. Tim masih melakukan pemadaman dan pendinginan, termasuk menggunakan metode water bombing untuk membantu mengendalikan kebakaran. “Tim terus berupaya memadamkan api dan pendinginan, water bombing juga masih dilakukan,” ujar Ferdian. (FAD)





























