Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Kasus Keracunan MBG di Batang Tembus 300 Orang: Rumah Sakit dan Puskesmas Kelimpungan, Pasien Dirawat di Lorong
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Sebanyak sekitar 300 orang di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengalami keracunan makanan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan jumlah pasien terus bertambah dari 276 pada pukul 03.00 WIB, Kamis (24/9/2026). Lonjakan pasien menyebabkan sejumlah rumah sakit dan puskesmas hampir kehabisan kapasitas, sehingga beberapa pasien terpaksa dirawat di lorong. Pemerintah Kabupaten Batang mengambil alih biaya pengobatan dan memastikan ketersediaan obat, sementara investigasi terkait sumber makanan penyebab keracunan masih dilakukan oleh tim kesehatan.
Petugas menyiapkan menu makan bergizi gratis di Kota Padang, Sumatera Barat. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)
JAKARTA,AFU.ID— Korban keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, bertambah hingga sekitar 300 orang. Angka itu naik dari 276 pasien yang tercatat pada pukul 03.00 WIB, Kamis (24/9/2026). Tambahan pasien masih berdatangan ke sejumlah rumah sakit dan puskesmas di wilayah Batang.
Lonjakan pasien membuat kapasitas ruang perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan nyaris penuh. Sebagian pasien bahkan harus mendapatkan perawatan di lorong rumah sakit. "Memang karena ada keterbatasan kamar, tetapi alhamdulillah semuanya mendapatkan bed," kata Bupati Batang M Faiz Kurniawan saat meninjau korban di RSUD Kalisari Batang.
Korban berasal dari berbagai kelompok usia, mulai bayi berusia 10 bulan hingga orang dewasa dan lanjut usia. "Per tadi malam itu masih 276, jam 03.00 dini hari. Tapi ini terus masih ada bertambah. Kayak tadi pagi saja barusan nambah empat di sini. Terus kemudian di beberapa puskesmas juga nambah, di Limpung juga nambah. Ya mungkin di antara 300-an lah," ujarnya. Gejala yang banyak dialami berupa mual, muntah, diare, dan lemas. Sumber makanan yang memicu keracunan belum diketahui karena masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan laboratorium dan investigasi tim kesehatan.
Pemkab Batang mengambil alih biaya pengobatan para korban sekaligus memastikan stok obat di rumah sakit dan puskesmas mencukupi. Tenaga kesehatan serta ambulans juga disiagakan untuk menghadapi kemungkinan penambahan pasien. "Khusus hari ini tidak ada shift-shift-an dulu, semuanya standby," ujar Faiz. Pemkab Batang segera melakukan evaluasi terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam program MBG.
Bupati Batang itu telah melaporkan kejadian tersebut kepada Wakil Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, yang meminta monitoring dan investigasi terhadap seluruh SPPG dan membuka kemungkinan penghentian operasional jika ditemukan persoalan. Dari informasi awal, proses memasak makanan dimulai sekitar pukul 02.00 WIB, pemorsian selesai pukul 09.00 WIB, dan distribusi makanan sekitar pukul 12.00 WIB. (RAI)