JAKARTA, AFU.ID — Sejumlah drone terlihat terbang di atas ibu kota Yaman, Sanaa, pada Jumat (18/09/26), memicu respons sistem pertahanan udara kelompok Houthi. Warga melaporkan suara tembakan antipesawat dan ledakan terdengar di beberapa wilayah kota. Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer di Yaman dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut keterangan warga, drone terlihat melintas di sejumlah kawasan, termasuk Saawan dan Al-Hasaba di bagian timur laut Sanaa. Tidak lama setelah kemunculan drone tersebut, senjata antipesawat ditembakkan ke udara. Suara ledakan yang mengikuti tembakan itu memicu kekhawatiran di kalangan warga yang berada di sekitar lokasi.
Situs berita independen Belqees juga melaporkan adanya ledakan dan aktivitas pertahanan udara di ibu kota Yaman pada Jumat pagi. Warga yang dikutip media tersebut menyebut suara tembakan dan ledakan terdengar berulang selama beberapa waktu. Situasi itu membuat sebagian warga memilih tetap berada di dalam rumah sambil menunggu kondisi kembali tenang.
Media dan akun media sosial yang berafiliasi dengan Houthi menyebut sistem pertahanan udara mereka diaktifkan untuk menghadapi sejumlah drone yang terdeteksi terbang di atas Sanaa. Namun hingga Jumat siang, kelompok Houthi belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai hasil operasi tersebut. Belum diketahui pula apakah ada drone yang berhasil dijatuhkan.
Identitas drone dan pihak yang meluncurkannya masih belum diketahui. Tidak ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas penerbangan drone tersebut. Otoritas setempat juga belum memberikan informasi mengenai kemungkinan kerusakan atau korban akibat insiden tersebut.
Peristiwa ini terjadi ketika situasi keamanan di Yaman kembali memanas sejak Juli 2026. Eskalasi terbaru disebut sebagai yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir setelah periode relatif tenang pasca-gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada April 2022. Bentrokan antara kelompok Houthi dan pihak yang berseberangan kembali meningkat di sejumlah wilayah strategis.
Yaman sendiri telah dilanda konflik berkepanjangan sejak Houthi menguasai Sanaa dan beberapa provinsi lain pada September 2014. Situasi itu mendorong intervensi koalisi pimpinan Arab Saudi pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Hingga kini, konflik tersebut masih menjadi salah satu krisis kemanusiaan dan keamanan terbesar di kawasan Timur Tengah. (RHU)