Banjir bandang yang melanda daerah perbatasan Nepal dan China telah menyebabkan setidaknya 955 orang tewas, dengan 939 korban berasal dari Nepal dan 16 dari Tibet, sementara 4.471 orang masih dinyatakan hilang, termasuk 592 warga negara asing. Pencarian korban yang sudah memasuki hari keenam terus dilakukan, dengan fokus pada wilayah-wilayah terdampak seperti distrik Nuwakot dan Rasuwa, di mana banyak pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air juga belum ditemukan. Selain itu, dampak banjir meluas hingga India, di mana 17 jenazah ditemukan di sungai-sungai yang mengalir dari Nepal.
Kondisi banjir bandang di Nepal. (Dok. Istimewa)
JAKARTA, AFU.ID — Banjir bandang dahsyat di dekat perbatasan Nepal dan China menewaskan sedikitnya 955 orang. Jumlah tersebut merupakan gabungan korban yang tercatat di Nepal dan wilayah Tibet, China. Dilansir AFP, Senin (31/8/2026), otoritas penanggulangan bencana Nepal mencatat 939 orang tewas. Sementara itu, media pemerintah China melaporkan 16 orang meninggal dunia di Tibet.
Jumlah orang yang masih hilang di Nepal tercatat 3.925 orang. Angka tersebut turun dari pembaruan sebelumnya seiring pencarian dan penyelamatan memasuki hari keenam. Jika digabungkan dengan data dari Tibet, jumlah orang yang masih hilang mencapai 4.471 orang. Di Nepal, daftar orang hilang mencakup 592 warga negara asing.
Selain itu, sebanyak 639 pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air masih belum ditemukan. Jumlah pekerja yang hilang tersebut turun dari 933 orang dalam data sebelumnya. Lokasi proyek itu menjadi salah satu titik yang terdampak langsung derasnya arus banjir. Badan penanggulangan bencana Nepal mencatat 3.333 warga Nepal masih dinyatakan hilang.
Distrik Nuwakot menjadi salah satu wilayah dengan jumlah orang hilang terbanyak, yakni 1.158 orang. Sementara 865 orang lainnya belum diketahui keberadaannya di distrik Rasuwa. Di antara warga yang masih hilang terdapat 45 prajurit tentara Nepal, 38 anggota kepolisian, serta 18 petugas bea cukai dan imigrasi.
Pencarian korban terus dilakukan ketika tim penyelamat memasuki hari keenam setelah banjir menerjang kawasan perbatasan Nepal-China. Dampak banjir juga meluas hingga India. Otoritas di Uttar Pradesh menemukan 17 jenazah dari sejumlah sungai yang mengalir dari Nepal. Jenazah tersebut diduga merupakan korban banjir bandang yang menerjang wilayah Nepal. Namun, 17 jenazah itu belum masuk dalam data korban tewas yang telah dilaporkan. (FAD)