JAKARTA, AFU.ID — Sebanyak 121 wisatawan asing dari berbagai negara berhasil selamat usai terjebak banjir bandang di wilayah pegunungan Nepal. Hal tersebut disampaikan oleh Dewan Pariwisata Nepal pada Jumat (28/8/2026). Angka korban wisatawan asing ini bertambah dari total 117 wisatawan asing yang berhasil dievakuasi lebih dulu berdasarkan laporan Kathmandu Post.
"Daftar wisatawan asing yang diselamatkan hingga pukul 15.30 Jumat, 28 Agustus 2026 bertambah dengan total 121," demikian keterangan dalam dokumen yang diunggah di situs resmi dewan tersebut. Para wisatawan tersebut berasal dari sejumlah negara. Di antaranya India, China, Korea Selatan, Amerika Serikat, Rusia, Italia, Bulgaria, dan Swiss.
Sementara itu, kewarganegaraan tiga dari 121 orang yang diselamatkan masih belum terkonfirmasi. Operasi penyelamatan di wilayah Nepal yang dilanda banjir kembali dilanjutkan setelah sempat dihentikan sementara akibat tingginya permukaan air. Penghentian sementara itu diungkapkan oleh media lokal yang mengutip keterangan perwakilan militer setempat.
Bencana banjir bandang yang melanda Nepal telah menyebabkan sedikitnya 10 ribu keluarga kehilangan tempat tinggal. Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) menyebut kondisi di lapangan sebagai bencana yang katastropik. "Situasinya sangat parah dan menimbulkan kerusakan besar," kata Juru Bicara IFRC, Tommaso Della Longa dalam kesempatan terpisah.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis kepolisian setempat, bencana ini telah merenggut 389 nyawa. Selain angka kematian tersebut, kepolisian mencatat 466 warga mengalami luka-luka akibat bencana ini. Tim bantuan mengalami kesulitan menjangkau para korban lantaran infrastruktur jalan dan jembatan rusak parah, jaringan komunikasi terputus total, sehingga sejumlah wilayah hanya bisa diakses lewat udara menggunakan helikopter.
Sementara, Kepala Delegasi IFRC di Nepal, David Fisher mengungkapkan beberapa desa dan pusat perekonomian lokal bahkan tersapu habis oleh terjangan banjir bandang tersebut. Dari hasil pengamatan citra satelit, para ahli menduga pemicu banjir adalah runtuhnya bongkahan besar es dari gletser di kawasan Himalaya.
Bongkahan es tersebut kurang lebih 20 kilometer di sisi timur laut perlintasan perbatasan Rasuwa-Rasuwagadhi. Longsoran es dan bebatuan dalam jumlah besar itu diduga jatuh langsung ke aliran Sungai Bhotekoshi di bawahnya. Insiden tersebut yang disebut sebagai pemicu terjadinya banjir bandang secara mendadak dan dalam skala besar.
Dari seluruh wilayah terdampak, Distrik Chitwan menjadi lokasi paling parah dengan 137 jenazah berhasil dievakuasi. Posisi kedua ditempati Nawalparasi Timur dengan 87 korban jiwa. Di luar dua distrik itu, jenazah korban juga ditemukan tersebar di Dhading, Gorkha, Nuwakot, Tanahun, Nawalparasi Barat, hingga Rasuwa. (NAD)