BMKG memprediksi pada 21 September 2026, sejumlah wilayah Indonesia akan mengalami hujan sedang hingga lebat serta angin kencang. Sebanyak 16 wilayah, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Jawa Barat, berpotensi diguyur hujan, sementara lima wilayah, seperti Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan, berpotensi mengalami angin kencang. Meskipun sebagian besar wilayah masih dalam musim kemarau, dinamika atmosfer yang aktif dapat memicu pertumbuhan awan hujan, sehingga masyarakat di daerah terdampak diimbau untuk waspada terhadap perubahan cuaca yang tiba-tiba.
Ilustrasi - Pengendara diguyur hujan saat melintasi jalan raya Bypass Mataram-Gerung di Mataram, Nusa Tenggara Barat. ANTARA/Sugiharto Purnama
JAKARTA, AFU.ID — Sejumlah wilayah Indonesia berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat dan dilanda angin kencang pada Senin (21/9/2026). BMKG memetakan 16 wilayah yang berpotensi mengalami hujan, sementara lima wilayah berpotensi dilanda angin kencang. Wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Papua Pegunungan, dan Papua.
Sementara itu, tidak ada wilayah yang diprediksi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat pada Senin (21/9). Adapun potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan. Potensi hujan tersebut muncul di tengah kondisi sebagian besar wilayah Indonesia yang masih berada dalam periode musim kemarau.
BMKG memprakirakan curah hujan pada Dasarian III September hingga Dasarian II Oktober 2026 masih berada pada kategori rendah hingga menengah, sekitar 0-150 milimeter per dasarian di sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi itu menunjukkan pasokan uap air untuk pembentukan awan hujan masih relatif terbatas. BMKG juga menyebut pengaruh El Nino kategori sangat kuat cenderung mengurangi suplai kelembapan ke wilayah Indonesia.
Namun, sejumlah dinamika atmosfer tetap dapat memicu pertumbuhan awan hujan dalam beberapa hari ke depan. Gelombang Rossby Ekuatorial diprediksi aktif di Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat. Sementara Gelombang Kelvin diprediksi aktif di Kalimantan bagian timur, pesisir utara Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, serta Papua bagian barat dan utara.
Aktivitas gelombang tersebut dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah yang dilaluinya. Selain itu, sirkulasi siklonik diprediksi terbentuk di Laut China Selatan. Kondisi ini dapat memicu perlambatan dan pertemuan angin di sejumlah wilayah. Labilitas atmosfer lokal yang kuat juga berpotensi meningkatkan proses pengangkatan massa udara sehingga pembentukan awan hujan menjadi lebih aktif.
Daftar Wilayah yang Berpotensi Hujan
Berikut wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat pada Senin (21/9/2026):
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Banten
Jawa Barat
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Utara
Papua Pegunungan
Papua
Sementara wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang yakni:
Jawa Barat
Nusa Tenggara Timur
Sulawesi Selatan
Sulawesi Utara
Papua Selatan
BMKG juga mencatat potensi hujan lebih dari 150 milimeter per dasarian di pesisir barat Aceh dan pesisir barat Sumatera Utara pada Dasarian I dan II Oktober 2026. Masyarakat di wilayah yang berpotensi mengalami hujan dan angin kencang perlu mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba. (FAD)