Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Demo di Jogja Berujung Ricuh, Enam Mahasiswa UGM dan UNY Dilarikan ke Rumah Sakit
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Aksi unjuk rasa yang diadakan oleh ratusan mahasiswa dan masyarakat di Yogyakarta pada Selasa malam berujung ricuh, mengakibatkan enam mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dilarikan ke rumah sakit akibat luka-luka, termasuk sesak napas dan trauma. Kericuhan terjadi setelah kelompok yang mengaku warga berusaha membubarkan aksi yang menuntut penurunan rezim dan penarikan militer dari daerah konflik, menyebabkan bentrokan antara peserta demonstrasi dan pihak lain. Tim medis mencatat total delapan peserta mengalami luka dalam insiden tersebut, sebelum situasi kembali tenang dan akses jalan dibuka sekitar pukul 22.45 WIB.
Arsip - Aksi massa Jogja Memanggil di Malioboro Kamis (22/8/2024) (Foto: RRI/Wulan)
JAKARTA, AFU.ID—Sebanyak enam mahasiswa mendapat perawatan setelah aksi unjuk rasa di Simpang Empat Jalan Jenderal Sudirman atau Simpang Gramedia, Kota Yogyakarta, berakhir ricuh pada Selasa (1/9/2026) malam. Dari Enam korban tersebut, lima mahasiswa berasal Universitas Gadjah Mada (UGM) dan satu mahasiswa dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Mereka mengalami sejumlah luka, mulai dari sesak napas, trauma, memar, hingga luka robek di bagian wajah.
Aksi tersebut diikuti ratusan mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil. Massa berjalan kaki dari Bundaran UGM menuju Simpang Gramedia. Dua tuntutan yang mereka bawa adalah turunkan rezim dan tarik mundur militer dari wilayah-wilayah konflik. Kericuhan terjadi sekitar pukul 19.10 WIB ketika kelompok yang mengaku sebagai warga berupaya membubarkan peserta aksi. Massa lalu bergerak menuju Jalan Cik Di Tiro dan kembali ke lokasi awal untuk melanjutkan demonstrasi.
Ketegangan meningkat sekitar pukul 20.40 WIB setelah perdebatan terkait penutupan jalan dinilai mengganggu aktivitas warga. Dari kejadian itu situasi berubah jadi panas dan saling dorong. Peserta aksi masih bertahan hingga sekitar pukul 22.00 WIB dan bernegosiasi dengan polisi untuk membubarkan diri secara damai. Kesepakatan tercapai dengan syarat kelompok lain di sisi selatan ikut meninggalkan lokasi. Namun, situasi kembali memanas ketika kelompok yang mengaku warga justru merangsek ke arah peserta aksi yang sedang berjalan mundur menuju Bundaran UGM. Benturan tersebut membuat sejumlah peserta mengalami luka dan membutuhkan perawatan medis.
Tim medis Aliansi Masyarakat Sipil mencatat delapan peserta mengalami luka dalam kericuhan tersebut, dengan dua korban mengalami trauma tumpul di kepala. Keduanya mengalami pendarahan dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Panti Rapih. Sementara itu, enam korban lainnya mendapat perawatan di selasar kawasan UII Cik Di Tiro. "Dua mengalami trauma tumpul di kepala, ada pendarahan. Langsung dievakuasi ke RS Panti Rapih. Total ada delapan," kata tim medis Aliansi Masyarakat Sipil, Hao.
Direktur Kemahasiswaan UGM Hempri Suyatna menyebut, beberapa korban mengalami luka robek di kening dan bibir, mengalami memar di pelipis, perut, hingga bagian belakang kepala. Luka-luka tersebut disebut berasal dari pukulan dan tendangan. Setelah massa mundur ke Bundaran UGM dan membubarkan diri, akses Simpang Empat Jalan Jenderal Sudirman kembali dibuka untuk kendaraan sekitar pukul 22.45 WIB. (RAI)