JAKARTA, AFU.ID — Sejumlah warga Pati berjaga di sekitar rumah Mas Botok alias Supriyono, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), selama aksi demonstrasi 27 Agustus berlangsung di Jakarta. Penjagaan tersebut dilakukan menyusul munculnya informasi mengenai dugaan intimidasi hingga kabar penembakan yang disebut berkaitan dengan situasi menjelang keberangkatan rombongan massa dari Pati ke Jakarta. Momen penjagaan rumah Supriyono juga terekam dalam sejumlah video yang beredar di media sosial.
Dalam video yang diakses Afu.id, terlihat sejumlah warga berkumpul dan berjaga di sekitar rumah Supriyono. Jumlah warga yang melakukan penjagaan disebut sekitar 15 orang. Mereka tidak hanya berkumpul pada malam hari, tetapi disebut bertahan hingga pagi. Penjagaan dilakukan untuk memastikan rumah Supriyono tetap aman selama yang bersangkutan berada di Jakarta mengikuti aksi 27 Agustus.
Situasi tersebut adalah bentuk kekhawatiran dari warga simpatisan gerakan AMPB setelah muncul sejumlah informasi mengenai tekanan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam rencana aksi. Sebelumnya, sebuah video percakapan telepon juga beredar dan memperlihatkan seorang sopir bus yang akan membawa rombongan aksi mendapat telepon dari nomor yang tidak dikenal. Percakapan tersebut kemudian berkembang menjadi perdebatan setelah telepon diambil alih pihak penyewa bus.
Dalam rekaman itu, pihak penyewa bus mempertanyakan maksud penelpon dan bahkan menantangnya melakukan video call untuk menunjukkan identitasnya. Penelpon kemudian disebut mengakhiri sambungan telepon. Di tengah rangkaian informasi tersebut, muncul pula kabar mengenai dugaan penembakan di salah satu rumah aktivis AMPB yang juga diduga berkaitan dengan situasi yang dihadapi Supriyono. Namun, informasi mengenai dugaan penembakan tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut, termasuk mengenai lokasi, kronologi, pelaku, serta motifnya.
Penjagaan rumah dilakukan warga sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama Supriyono dan sebagian massa AMPB berada di Jakarta. Sementara itu, Supriyono sebelumnya membantah tudingan bahwa gerakan AMPB ditunggangi atau dibekingi kelompok tertentu. Ia menegaskan gerakan tersebut merupakan gerakan masyarakat dan menyatakan keberangkatan massa ke Jakarta ditujukan untuk mengikuti aksi 27 Agustus.
Ia juga menyatakan AMPB tidak datang ke Jakarta untuk membuat kerusuhan maupun untuk menyerang pemerintahan. Menurutnya, massa berfokus pada aspirasi yang menjadi tuntutan aksi. Saat Supriyono berada di Jakarta, warga yang berada di Pati memilih menjaga rumahnya hingga pagi. Penjagaan tersebut menjadi bentuk solidaritas sekaligus upaya memastikan keamanan rumah di tengah munculnya berbagai informasi dan dugaan tekanan menjelang dan saat aksi 27 Agustus berlangsung. (EER)