Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
13 Kepala Daerah Kena OTT KPK Sepanjang 2026, Siapa Saja?
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena. (Foto: Dok Prokopim Bolmut).
JAKARTA, AFU.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menambah catatan operasi tangkap tangan (OTT) sepanjang 2026 setelah menangkap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena. OTT pada Senin (21/9/2026) tersebut menjadi yang ke-21 sejak awal tahun. Selain meanngkap Bupati, KPK juga mengamankan 13 orang yang di Jakarta, Sulawesi Utara, dan Gorontalo. Kasus yang diusut berkaitan dengan dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bolmut.
Dalam operasi di Bolmut, lima orang termasuk Sirajudin dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan dan delapan orang diperiksa di Bolmut. KPK turut menyita uang tunai dalam bentuk rupiah senilai ratusan juta rupiah dari sejumlah lokasi dan masih melakukan pemeriksaan serta gelar perkara untuk menentukan status hukum para pihak.
Rangkaian OTT KPK sepanjang tahun ini menyasar berbagai sektor, mulai dari lingkungan pajak, Bea Cukai, pengadilan, hingga pemerintah daerah. Jumlah OTT terbanyak melibatkan kepala daerah seperti Wali Kota Madiun Maidi, Bupati Pati Sudewo, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, dan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo.
OTT berlanjut pada Juni dan Juli dengan kasus yang menyeret Edison, Suhardiman Amby, Syah Afandin, Etik Suryani, Lalu Ahmad Zaini, hingga Anom Widiyantoro. Pada Agustus dan September, sasaran OTT KPK meluas ke lingkungan perguruan tinggi dan kementerian. KPK melakukan operasi terhadap jajaran Rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan di lingkungan Kementerian ATR/BPN yang berkaitan dengan pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB). (RAI)
Daftar Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK 2026
1. Maidi — Wali Kota Madiun Terjaring OTT pada Januari 2026 dalam perkara dugaan penerimaan imbalan proyek dan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
2. Sudewo — Bupati Pati Terjerat perkara dugaan pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa serta dugaan suap proyek jalur kereta api.
3. Fadia Arafiq — Bupati Pekalongan Ditangkap dalam perkara dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing dan pengadaan lainnya di Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
4. Muhammad Fikri Thobari — Bupati Rejang Lebong Menjadi tersangka dalam perkara dugaan suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.
5. Syamsul Auliya Rachman — Bupati Cilacap Terjerat perkara dugaan pemerasan yang berkaitan dengan permintaan tunjangan hari raya (THR) Lebaran 2026.
6. Gatut Sunu Wibowo — Bupati Tulungagung Ditangkap dalam perkara dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.
7. Edison — Bupati Muara Enim Terjaring OTT dalam perkara dugaan suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
8. Suhardiman Amby — Bupati Kuantan Singingi Terjerat perkara dugaan suap pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi.
9. Syah Afandin alias Ondim — Bupati Langkat Menjadi tersangka dalam perkara dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat.
10. Etik Suryani — Bupati Sukoharjo Terjerat perkara dugaan pemerasan terhadap organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.
11. Lalu Ahmad Zaini — Bupati Lombok Barat Ditangkap dalam perkara dugaan penerimaan suap terkait proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
12. Anom Widiyantoro — Bupati Pemalang Ditangkap KPK dalam perkara dugaan pemerasan terhadap perangkat daerah dan pihak swasta di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.
13. Sirajudin Lasena — Bupati Bolaang Mongondow Utara Ditangkap dalam OTT pada Senin (21/9/2026) bersama 13 orang lainnya. KPK menyebut operasi tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di lingkungan Dinas PUPR Bolmut.