Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Tagar Pray For Kalimantan Menggema di Medsos, Ribuan Titik Api Kepung Pulau Borneo
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Foto sebaran titik api di Kalimantan. (Dok. Istimewa)
JAKARTA,AFU.ID — Tagar #PrayForKalimantan dan #AllEyesOnKalimantan ramai dibicarakan di media sosial seiring beredarnya tangkapan layar peta yang memperlihatkan banyak titik api di Pulau Kalimantan. Unggahan mengenai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga disertai foto dan video yang memperlihatkan kepulan asap tebal di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warganet terhadap dampak karhutla, terutama terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
Tangkapan layar dari Google Maps dan peta Fire Information for Resource Management System (FIRMS) milik NASA banyak dibagikan melalui X dan Threads. Sejumlah unggahan menyoroti tanda merah bertuliskan severe fire yang terlihat tersebar di beberapa wilayah Kalimantan. "Aku cek sendiri di Google Maps dan syok hampir seluruh Kalimantan kebakaran. Sumatera, Sulawesi, Papua, Jawa, Nusa Tenggara dan pulau lain juga karhutla. Ini sih hampir seluruh provinsi di Indonesia," tulis akun @zeavibe.
Perhatian warganet juga tertuju pada unggahan foto dan video yang memperlihatkan kondisi warga di tengah kabut asap. Akun @imadilog_id membagikan video dan foto anak-anak berseragam sekolah yang berjalan menggunakan masker saat melewati kawasan dengan jarak pandang terbatas akibat asap. "Jujur bgt nangis sampai sesenggukan. Baru kemarin rayain kemerdekaan tapi rasanya masih belum merdeka," tulis akun @kharistaa di kolom komentar.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 1.106 titik api atau panas di Kalimantan berdasarkan data 20 Agustus 2026. Sebarannya meliputi 521 titik di Kalimantan Barat, 424 titik di Kalimantan Tengah, 103 titik di Kalimantan Timur, 40 titik di Kalimantan Selatan, dan 18 titik di Kalimantan Utara. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan angka berbeda, yakni 1.487 titik berdasarkan pantauan satelit NOAA-20 pada tanggal yang sama.
Kondisi kemarau turut meningkatkan risiko karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan. BMKG menyebut sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau dan El Niño berada pada intensitas kuat, sementara risiko karhutla diperkirakan tinggi pada Agustus hingga September. Dampaknya mulai terlihat di sejumlah daerah, termasuk Palangka Raya yang mencatat AQI hingga 487 pada 19 Agustus 2026, sedangkan konsentrasi PM2.5 di Banjarbaru mencapai 389,4 mikrogram per meter kubik pada 19 Agustus pukul 07.00 Wita (RAI)
Cara Cek Titik Api di Google Maps
Buka aplikasi atau situs Google Maps.
Ketik “wildfires” atau “kebakaran hutan” di kolom pencarian.
Pilih ikon api yang muncul pada peta.
Perbesar peta untuk melihat sebaran titik atau area yang terindikasi terdampak kebakaran.
Ketuk ikon atau area tersebut untuk melihat informasi yang tersedia.
Pengguna juga bisa membuka menu Lapisan (Layers) di pojok kanan atas untuk melihat detail peta.