JAKARTA, AFU.ID — Di tengah ribuan orang meneriakkan tuntutan di depan Gedung DPR RI, wanita asal Jakarta Selatan, Sisy memilih cara lain untuk ikut bersuara. Memunguti sampah di sepanjang jalan demonstrasi 27 Agustus hari ini adalah pilihannya. Selain memungut sampah, ia membagikan air minum. Baginya, kontribusi tersebut salah satu cara yang bisa ia lakukan untuk mendukung suara warga dan masyarakat sipil selain dengan ikut berteriak di barisan massa.
Sisy datang ke lokasi bersama suaminya, Reza, yang disebut masih mengangkut bantuan logistik dari mobil. Keduanya sengaja membagi peran dan menyebar di titik berbeda agar bantuan bisa menjangkau lebih banyak sisi lokasi aksi. "Aksi demonstrasi itu dilindungi undang-undang, jadi semuanya harus aman," ujar Sisy saat ditemui di sekitar gedung DPR RI, Kamis (27/8/2026).
Sisy mengaku tak ingin ada stigma bahwa demonstrasi identik dengan kerusuhan, sampah berserakan, atau massa yang pingsan kepanasan dan kehausan. Sebelum sampai ke lokasi, Sisy sempat menyelesaikan pekerjaannya pada pukul 13.30. Perjalanan menuju Senayan pun tak mudah lantaran banyak akses jalan ditutup.
Untuk kebutuhan logistik hari itu, Reza tercatat membeli delapan dus berisi minuman dan camilan wafer untuk dibagikan kepada massa aksi maupun relawan lain di lokasi. Sisy yang tinggal di Jakarta Selatan ini mengaku niat membantu sudah tertanam sejak lama. "Dari saya lahir jadi WNI, kalau saya bisa bantu apa pun, saya bantu, asalkan itu benar," ujarnya.
Agustus tahun ini bukan kali pertama Sisy turun ke jalan. Tahun lalu pada bulan yang sama, ia juga datang ke lokasi serupa, namun saat itu perannya berbeda. Tahun itu ia ikut menyuarakan aspirasi sebagai bagian dari massa aksi, bukan sebagai relawan kebersihan.
Di balik keringat memunguti sampah dan membagikan logistik, harapan Sisy sederhana. "Dari dulu semua sama, cuma pengen didengar dan ditanggapi," katanya. Soal risiko menjadi relawan di tengah aksi massa, Sisy mengaku sudah membicarakannya matang-matang bersama sang suami sebelum berangkat. "Selama membela yang benar dan halal, kalau salah satu dari kita kenapa-napa, ya enggak apa-apa," pungkasnya. (NAD)