JAKARTA, AFU.ID — Massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dan pengemudi ojek online bertahan di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat malam ini. Ratusan massa itu memilih bertahan meski sempat dibubarkan oleh kepolisian.
Kedatangan ratusan massa itu sebagai persiapan akasi demonstrasi pada 27 Agustus 2026 besok. Hingga pukul 21.00 malam, ratusan massa bertahan di depan Gedung DPR RI, Rabu (26/8/2026) malam.
Meski ada sebagian massa ojol yang balik kanan, polisi memberikan instruksi untuk membubarkan diri karena penyampaian pendapat melewati batas pukul 18.00 WIB.
Polisi sempat melakukan upaya pembubaran paksa sejak pukul 18.35 WIB. Namun, hingga sekitar pukul 21.35 WIB, massa masih bertahan di lokasi.
Adapun alasan massa bertahan karena ingin menjaga bantuan logistik dari masyarakat yang ditampung di sisi kanan pagar utama DPR yang berada di Jalan Gatot Subroto. Selain itu, mereka juga berencana bermalam di depan Gedung DPR RI untuk mempersiapkan aksi pada Kamis (27/8/2026).
Hal ini membuat Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P Hutagalung dan Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo kewalahan. Imbauan agar massa membubarkan diri tak dihiraukan.
Polisi meminta agar tidak dibubarkan dan diperbolehkan bermalam di depan Gedung DPR RI. Mereka beralasan selama beberapa hari berada di lokasi, situasi tetap kondusif dan tidak menimbulkan keributan.
Namun, Dhimas tetap tidak memperbolehkan massa bermalam. Ia kembali meminta massa membubarkan diri karena mempertimbangkan potensi gangguan keamanan.
"Kami menghormati rekan-rekan yang menggelar aksi dengan damai, tapi kami menyoroti adanya potensi keamanan di sini jadi sebaiknya membubarkan diri," ujar Dhimas menggunakan pengeras suara.
Salah satu massa kemudian menyampaikan kekhawatiran bahwa pembubaran akan mengganggu persiapan aksi yang dijadwalkan berlangsung Kamis. (FAP)