Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) dan kurir online berencana bermalam di depan Gedung DPR RI untuk mengawal massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menjelang aksi yang dijadwalkan pada 27 Agustus 2026. Mereka hadir secara sukarela untuk memastikan agar aspirasi massa dari Pati, terkait tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor, dapat disampaikan tanpa gangguan. Para ojol dan kurir online menyatakan komitmen mereka untuk menjaga keamanan serta logistik bantuan selama aksi berlangsung.
Arsip - Demo ojek online di depan gedung DPR, Jakarta, Rabu (17/9/2025). (Antara)
JAKARTA, AFU.ID — Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) dan kurir online berencana bermalam di depan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu (26/8/2026) malam. Mereka datang untuk mengawal massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menjelang aksi di depan Gedung DPR RI, Kamis (27/8/2026). Perwakilan Ojol Borobudur, Umar Kiting, mengatakan para pengemudi ojol dan kurir online secara sukarela datang untuk mendampingi rombongan AMPB yang dikoordinatori Supriyono alias Mas Botok.
"Saya terpanggil sama rekan-rekan ojol yang lain, tergerak bahwasanya untuk mengamankan Mas Botok Pati, apa pun yang terjadi semampu dan sebisa kami," kata Umar di depan Gedung DPR RI, Rabu. Menurut Umar, kehadiran mereka bukan untuk membuat keributan. Para ojol justru ingin memastikan massa dari Pati dapat menyampaikan aspirasi tanpa gangguan maupun provokasi.
"Intinya kami tidak menginginkan chaos atau itu semua ya. Kami siap pasang badan untuk mengamankan Mas Botok dan kawan-kawan dari Pati sebisa dan semampu kita," ujarnya. Umar mengatakan para ojol juga akan membantu menjaga logistik bantuan yang telah dikumpulkan untuk massa AMPB. Perwakilan ojol lainnya, Dika, mengatakan koordinasi dilakukan untuk mencegah adanya gangguan dari pihak luar selama massa berada di sekitar Gedung DPR.
"Untuk dari koordinasi dari kami, untuk pengamanan Mas Botok supaya sama aja. Intinya jangan sampai ada gangguan dari luar, dari orang-orang luar atau kita terprovokasi, terpancing dari pihak manapun, intinya gitu aja sih," kata Dika.
Kurir online perempuan bernama Melva memastikan dirinya bersama sejumlah rekan akan tetap berada di lokasi hingga Kamis pagi. Mereka juga akan menjaga bantuan yang diberikan masyarakat kepada AMPB. "Pasti! Pasti stay di sini! Insyaallah kita stay di sini. Kami akan menjaga saudara-saudari kami yang dari Pati, sekaligus menjaga amanah dari rakyat," ujar Melva.
"Intinya kami siap di sini bermalam sampai besok pagi. Begadang, begadang," sambungnya. Umar menegaskan keikutsertaan para ojol tidak didasari permintaan ataupun paksaan dari pihak tertentu. Mereka datang secara swadaya karena ingin mendampingi massa Pati.
"Kami secara swadaya datang ke Jakarta memenuhi panggilan Mas Botok dan kawan-kawan untuk menyampaikan aspirasi perampasan aset, Undang-Undang Perampasan Aset sama hukuman mati koruptor ya," tuturnya. Massa AMPB dijadwalkan menggelar aksi di depan Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026). Mereka membawa tuntutan agar RUU Perampasan Aset segera disahkan serta meminta hukuman mati bagi koruptor.